MPR RI: Dunia harus jamin keselamatan pasukan perdamaian PBB
MPR RI: Dunia harus jamin keselamatan pasukan perdamaian PBB
Jakarta – Tiga prajurit TNI yang sedang bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan dilaporkan gugur akibat serangan proyektil dan ledakan di sekitar area tugas mereka. Insiden tersebut memicu pernyataan dari Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, yang menekankan perlunya jaminan keamanan bagi pasukan perdamaian PBB di seluruh dunia.
“Pasukan perdamaian memiliki tugas kemanusiaan yang penting. Mereka tidak boleh menjadi korban konflik. Dunia harus memastikan perlindungan maksimal bagi mereka,” ujar Lestari dalam keterangan di Jakarta, Selasa.
Lestari menyampaikan duka cita atas kejadian yang menewaskan tiga prajurit Indonesia. Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, telah menyampaikan kecaman tajam dan mendorong investigasi menyeluruh serta transparan terhadap insiden tersebut. Ia menilai peristiwa ini sebagai peringatan serius bagi komunitas internasional, yang memerlukan langkah nyata untuk memperkuat perlindungan pasukan PBB.
Dalam wawancara, Lestari juga meminta pemerintah melakukan upaya tegas terhadap setiap serangan terhadap personel PBB agar tidak terjadi impunitas. Selain itu, ia mendukung diplomasi internasional yang lebih intensif untuk mencegah eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah. “Ini bukan hanya duka bagi Indonesia, tetapi juga bagi seluruh dunia. Misi kemanusiaan harus tetap diutamakan di tengah ketegangan bersenjata,” tambahnya.
Eskalasi konflik di Lebanon Selatan, yang memanas dalam beberapa pekan terakhir, menunjukkan bahwa risiko bagi pasukan perdamaian tetap tinggi. Sejak awal Maret 2026, lebih dari 1.200 orang, termasuk warga sipil, telah tewas di wilayah tersebut. Di samping itu, sejumlah personel PBB juga menjadi korban, baik meninggal dunia maupun mengalami cedera. Lestari mendesak perlindungan bagi pasukan perdamaian tidak hanya menjadi komitmen formal, tetapi diwujudkan secara konkrit di lapangan.