New Policy: Gubernur Papua Barat Daya Dorong Diversifikasi Usaha Kontraktor OAP, Jangan Hanya Bergantung Proyek Pemerintah
Gubernur Papua Barat Daya Dorong Diversifikasi Usaha Kontraktor OAP, Jangan Hanya Bergantung Proyek Pemerintah
Sorong, 11 April 2026 – Dalam acara pelantikan pengurus Perkumpulan Kontraktor Tibilibi Orang Asli Papua di Sorong, Sabtu lalu, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menekankan pentingnya kemandirian ekonomi bagi para kontraktor asli daerah. Ia mengajak mereka untuk tidak hanya mengandalkan proyek pemerintah, tetapi juga menjelajah bidang usaha lain guna mengurangi risiko ketergantungan.
Kebutuhan akan diversifikasi muncul karena adanya batasan pada jumlah proyek yang diberikan pemerintah. Situasi ini dinilai tidak sebanding dengan banyaknya pelaku usaha yang ada, sehingga berpotensi menciptakan persaingan ketat dan ketidakseimbangan sosial di kalangan kontraktor OAP. Meski pemerintah tetap memberikan perhatian, Elisa Kambu menegaskan bahwa langkah ke arah kemandirian ekonomi harus segera diambil.
Pembangunan Ekosistem Bisnis yang Lebih Stabil
Dalam sambutannya, Gubernur Elisa Kambu menyoroti bahwa ketergantungan pada proyek pemerintah bisa menghambat pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Ia mengimbau agar kontraktor OAP mencari peluang di sektor-sektor produktif seperti pertanian, peternakan, dan perikanan. “Kalau bisa mandiri, tidak perlu hanya menunggu paket,” ujarnya, sembari menekankan pentingnya semangat kewirausahaan.
“Kita tidak bisa hanya berharap pada paket proyek pemerintah, karena jumlahnya terbatas sementara yang membutuhkan banyak,” kata Gubernur Elisa Kambu saat melantik pengurus Perkumpulan Kontraktor Tibilibi Orang Asli Papua di Sorong.
Menurutnya, merambah ke bidang lain akan membantu mengurangi ketidakseimbangan kompetitif dan menciptakan lapangan ekonomi yang lebih luas. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menjadi fokus utama. Di samping itu, pengembangan peternakan ayam petelur serta ayam potong dan perikanan berbasis keramba dianggap punya potensi besar.
Dukungan pemerintah Provinsi Papua Barat Daya termasuk pembinaan serta fasilitas untuk membangun inisiatif pelaku usaha OAP. Ia juga mengajak asosiasi kontraktor agar meluaskan perspektif, bukan hanya fokus pada kelompok tertentu. Menanggapi arahan tersebut, Ketua Perkumpulan Kontraktor Tibilibi Orang Asli Papua, Hendrik Mobalen, mengatakan pihaknya siap diarahkan dan diberdayakan.
“Kami siap diarahkan dan diberdayakan agar tidak hanya bergantung pada proyek, tetapi juga bisa mengembangkan usaha lain,” ujarnya.
Di Papua Barat Daya, terdapat 18 organisasi pengusaha Orang Asli Papua yang berada di enam kabupaten kota. Gubernur Mathius D. Fakhiri juga mengajak 145 penerima KUR Papua untuk memanfaatkan dana secara efektif demi perluasan usaha dan penciptaan lapangan kerja baru. Dinas Pendidikan Tambrauw terus meningkatkan digitalisasi pendidikan, sementara Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) berupaya memperkuat tradisi adat sasi perempuan melalui pelatihan bagi para ibu di daerah tersebut.