New Policy: Kemarin, Prabowo kecam serangan di Lebanon hingga hak prajurit dipenuhi
Kemarin, Prabowo kecam serangan di Lebanon hingga hak prajurit dipenuhi
Jakarta – Beberapa peristiwa penting terkait isu politik dan pertahanan terjadi pada hari Minggu (5/4). Mulai dari kritik tajam Presiden Prabowo Subianto terhadap aksi keji yang mengorbankan tiga prajurit TNI di Lebanon hingga upacara pemakaman para pahlawan. Berikut rangkuman berita terkini yang dirangkum ANTARA.
Prabowo Subianto: Serangan di Lebanon merusak perdamaian
Dalam unggahan Instagram resmi (@prabowo), Sabtu (4/4) malam, Prabowo mengecam keras tindakan yang menewaskan tiga prajurit TNI saat mereka menjalani misi perdamaian sebagai pasukan PBB di Lebanon. Ia menyatakan bahwa seluruh rakyat Indonesia bersatu menolak kekerasan yang mengancam keamanan dan kesejahteraan prajurit.
“Kami, saudara-saudara sebangsa dan setanah air, mengecam keras setiap tindakan keji yang merusak perdamaian dan menyebabkan gugurnya para prajurit terbaik bangsa,”
Jenazah prajurit TNI Farizal dimakamkan di Kulon Progo
Jenazah Kopral Dua Anumerta Farizal Rhomadhon, prajurit TNI yang gugur di Lebanon, dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Giripeni, Wates, Kulon Progo, pada hari Minggu. Upacara pemakaman berlangsung militer sejak pukul 09.00 WIB, dengan Instruktur Upacara Letnan Jenderal Candra memimpin prosesnya.
Panglima TNI pimpin pemakaman Mayor Zulmi di Bandung
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memimpin upacara militer pemakaman Jenazah Mayor Infanteri Zulmi Aditya Iskandar di TMP Cikutra, Kota Bandung. Jenazah diberangkatkan dari rumah duka di Cimahi Utara, tiba di lokasi sekitar pukul 08.45 WIB.
KSAD pastikan hak prajurit gugur dijamin oleh negara
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa pemerintah akan memenuhi seluruh hak tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon Selatan. Ia juga menyebut keluarga para prajurit tetap menjadi bagian dari keluarga besar TNI.
“Negara akan terus memberikan perhatian dan dukungan penuh,”
Hasan Nasbi: Tidak tepat provokasi saat situasi global dinamis
Mantan Kepala Kantor Kepresidenan Hasan Nasbi mengkritik peryataan yang berpotensi memicu konflik dengan pemerintah, menurutnya bukan waktu yang pas untuk provokasi di tengah perubahan geopolitik. Ia menekankan perlunya persatuan bangsa menghadapi tantangan global.