New Policy: Menteri PANRB pastikan akselerasi reformasi birokrasi terus diperkuat
Menteri PANRB Pastikan Akselerasi Reformasi Birokrasi Tetap Diperkuat
Dari Jakarta, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini menyatakan bahwa dirinya bersama tim akan menerapkan arahan Presiden melalui langkah yang terukur dan berbasis kinerja. Ia menegaskan bahwa Kementerian PANRB akan fokus pada percepatan reformasi birokrasi tematik sesuai prioritas kepemimpinan nasional, sementara tetap memperkuat sinergi dengan lembaga dan instansi lain.
Di sisi lain, Rini menyampaikan bahwa tim akan berupaya menghilangkan pola pikir sektoral dalam penyusunan kebijakan, sehingga fokusnya lebih pada kebutuhan masyarakat. “Kita akan melaksanakan penguatan manajemen tata kelola, kualitas SDM, transformasi digital pemerintah, serta perbaikan layanan publik, dengan dukungan koordinasi lintas kementerian dan mekanisme pemantauan yang transparan,” tutur Rini dalam pernyataannya, Kamis.
Kita harus kerja sama, seamless, pemerintah bekerja cepat, bukan dengan mempertahankan pemikiran sektoral,” ujar Presiden.
Dalam taklimat yang diadakan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4), Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa event tersebut bertujuan mengulas kinerja pemerintahan dan menyusun strategi masa depan di tengah perubahan dinamika global. Ia juga menyampaikan arah program nasional, kebijakan pemerintah, serta situasi terkini yang harus diimplementasikan hingga tingkat eselon I.
Presiden menyatakan bahwa Indonesia memiliki peluang besar di tengah tantangan geopolitik yang tidak pasti. Ia menekankan bahwa momentum ini justru menjadi kesempatan untuk memperkuat kerja pemerintahan dengan lebih teliti dan kolaboratif. “Tidak boleh ada pemikiran sektoral, satu institusi memikirkan institusi sendiri,” kata Prabowo. “Kita harus menyatukan rencana kerja dan bekerja bersama.”
Presiden juga membangkitkan semangat para birokrat yang telah menopang pemerintahan sejak Oktober 2024. Ia mengapresiasi upaya mereka dalam mengarahkan bangsa, terlepas dari ketidakpastian situasi internasional. “Kita sikapi kritik dengan ketenangan dan kearifan, tapi prinsip bernegara tetap dipegang erat,” lanjut Prabowo.