Special Plan: BNPP RI perkuat kolaborasi sejahterakan masyarakat di perbatasan laut

BNPP RI Perkuat Kolaborasi Sejahterakan Masyarakat di Perbatasan Laut

Jakarta – Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI terus berupaya memperkuat kerja sama lintas sektor guna mengembangkan potensi unggulan di wilayah perbatasan laut. Tujuannya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir yang berada di sekitar area perbatasan. Hal ini diungkapkan oleh Yedi Rahmat, Asisten Deputi Pengelolaan Kawasan Perbatasan Laut BNPP RI, dalam Forum Pengelolaan Potensi Unggulan Kawasan Perbatasan Laut.

“Forum ini dirancang untuk menciptakan ruang integrasi dalam pengembangan potensi unggulan kawasan perbatasan laut. Tidak hanya fokus pada sumber daya laut dan perikanan, tetapi juga bagaimana potensi tersebut dikelola secara kolaboratif agar langsung memberikan dampak pada kesejahteraan masyarakat,” jelas Yedi dalam siaran pers di Jakarta, Kamis.

Yedi menambahkan bahwa forum tersebut bertujuan menyinergikan berbagai pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan potensi di kawasan perbatasan. Dalam konteks ini, BNPP RI dianggap memiliki peran penting dalam mengarahkan pengelolaan kawasan perbatasan sesuai dengan visi pembangunan nasional. Menurutnya, pengembangan potensi unggulan di wilayah tersebut harus berbasis pendekatan lintas sektor dan lintas wilayah agar manfaatnya bisa berkelanjutan.

Pariwisata Laut Jadi Fokus Utama Kementerian Pariwisata

Dalam bidang pariwisata, Yusuf Hartanto, perwakilan Badan Pelaksana Otorita Borobudur, menyampaikan bahwa kawasan perbatasan laut menjadi salah satu prioritas dalam program Kementerian Pariwisata tahun 2025–2026. Ia menegaskan bahwa pariwisata berkualitas adalah program unggulan yang diharapkan mampu meningkatkan keselamatan wisatawan, baik di wilayah laut maupun darat.

“Di kawasan perbatasan, potensi wisata memiliki tingkat keberagaman yang sangat tinggi, sehingga perlu pengembangan yang terstruktur,” ujarnya.

Yusuf juga menekankan perlunya peningkatan kapasitas SDM melalui program pelatihan upskilling dan reskilling. Hal ini bertujuan mendukung kesiapan dan profesionalisme pengelolaan destinasi pariwisata. Selain itu, ia menyoroti pentingnya transformasi digital pariwisata dengan konsep Tourist 5.0. Yusuf menyebutkan bahwa Kementerian Pariwisata telah menyiapkan platform digital seperti Sistem Informasi Kepariwisataan Nasional (Sisparnas) dan Jejaring Desa Wisata (Jadesta) yang bisa dimanfaatkan daerah perbatasan untuk memperluas promosi dan jaringan wisata.

Potensi Wisata di Pulau Sebatik

Di sisi daerah, Yance, Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah Nunukan, memaparkan potensi wisata laut di wilayah perbatasan, khususnya Pulau Sebatik. Ia menyebutkan sejumlah destinasi yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, seperti Pantai Batu Lamampu dan Karang Unarang, memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata spesial.

“Karang Unarang memiliki potensi mancing yang sangat menjanjikan. Di sana sudah ada bagan yang berperan sebagai pilar keamanan. Jika dikelola dengan infrastruktur dan perencanaan yang matang, destinasi ini bisa menjadi daya tarik wisata yang unik,” kata Yance.

Yance juga menekankan perlunya pengembangan sumber daya alam di wilayah Krayan yang belum optimal dimanfaatkan. Sementara itu, Ismawan Harijono, Asisten Deputi Penataan Ruang Kawasan Perbatasan BNPP RI, menyoroti bahwa pengembangan pariwisata di kawasan perbatasan tidak bisa dilakukan secara mandiri. Menurutnya, diperlukan kolaborasi dengan kegiatan pendukung seperti penyelenggaraan acara dan pameran nasional maupun internasional.

“PLBN memiliki potensi besar sebagai titik pusat kegiatan. Contohnya, di PLBN Badau, ikan arwana bisa dikembangkan menjadi acara pariwisata yang menarik wisatawan asing,” ujarnya.

Dalam sektor perdagangan, perwakilan Kementerian Perdagangan menuturkan bahwa penguatan SDM pelaku usaha di kawasan perbatasan dapat difasilitasi melalui pelatihan ekspor-impor, baik secara daring maupun melalui pusat pelatihan khusus. Selain itu, sertifikasi produk seperti sanitari, fitosanitari, dan halal juga dianggap penting untuk mendorong UMKM perbatasan agar mampu masuk ke pasar ekspor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *