Special Plan: Kemhan sebut pembelian KF-21 Boramae masih dalam proses penjajakan

Kemenhan Konfirmasi Pembelian KF-21 Boramae Masih dalam Tahap Negosiasi

Jakarta – Kementerian Pertahanan mengonfirmasi bahwa pemerintah masih dalam proses negosiasi terkait rencana pembelian pesawat tempur KF-21 Boramae dari Korea Selatan. “Pembelian pesawat tempur KF-21 Boramae ini belum mencapai titik keputusan akhir, baik dalam hal jumlah maupun cara pengadaannya,” jelas Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal Kemenhan, kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.

Kemungkinan Kesepakatan dalam Waktu Mendekat

Rico menyatakan bahwa pihaknya terbuka untuk menandatangani kontrak pembelian pesawat hasil kolaborasi antara Indonesia dan Korea Selatan. Meski begitu, keputusan akhir akan bergantung pada ketersediaan dana negara serta analisis kebutuhan operasional TNI. “Realisasi kontrak sangat tergantung pada anggaran yang ada dan evaluasi menyeluruh terhadap kebutuhan TNI,” tuturnya.

“Kami akan menyesuaikan pengeluaran anggaran untuk membeli KF-21 sesuai dengan kondisi keuangan negara saat ini,” tambah Rico.

Isu 16 Unit Pesawat Boramae

Sebelumnya, beredar informasi bahwa Korea Selatan akan mengirimkan 16 unit pesawat KF-21 ke Indonesia. Kabar ini disebarkan melalui akun Instagram @isds.indonesia yang khusus membahas isu pertahanan. Dalam postingannya, diungkapkan bahwa The Korea Time menyebut rencana pembelian Indonesia menurun dari 48 unit menjadi 16 unit, karena pertimbangan anggaran.

Menurut sumber tersebut, penurunan jumlah pesawat yang dibeli terjadi karena faktor keuangan. Namun, Kemenhan menegaskan bahwa angka ini masih dalam pembicaraan dan belum ditetapkan secara resmi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *