TNI jelaskan kronologi gugurnya dua prajurit saat konvoi di Lebanon

TNI Jelaskan Kronologi Kematian Dua Prajurit Saat Konvoi di Lebanon

Jakarta – Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, memberikan penjelasan mengenai kejadian kematian dua prajurit TNI, Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan, saat melaksanakan tugas pengawalan kendaraan di Lebanon Selatan. Insiden terjadi pada hari Selasa, saat tim dari Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL, yang termasuk bagian dari East Mobile Reserve (SEMR), mengawal rombongan kendaraan UNIFIL.

Prajurit TNI tersebut berada di wilayah Lebanon Selatan, Senin (30/3), untuk mengantarkan kendaraan dari Mako Sektor Timur UNIFIL, United Nations Post (UNP) 7-2, ke Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1. Aulia mengungkapkan bahwa ledakan terjadi dalam situasi konflik yang sedang memuncak, yang menyebabkan kecelakaan fatal tersebut.

“Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi, di mana terjadinya ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya dua prajurit TNI,” ujar Aulia.

Dalam peristiwa serupa, dua prajurit lain, Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto, mengalami cedera. Sampai saat ini, Aulia belum mampu memberikan penjelasan detail mengenai penyebab ledakan yang menghancurkan kendaraan tersebut. Ia menegaskan bahwa TNI sedang menunggu laporan investigasi dari UNIFIL untuk mengungkap penyebab kejadian tersebut.

“Untuk mengetahui penyebab insiden tersebut, UNIFIL saat ini sedang melaksanakan investigasi. TNI juga terus memantau situasi dan menyiapkan langkah darurat menghadapi dinamika di Daerah Misi Lebanon,” tutup Aulia.

Dengan kejadian ini, jumlah prajurit TNI yang gugur dalam misi kemanusiaan di Lebanon mencapai tiga orang. Informasi lebih lanjut akan diupdate setelah penyelidikan selesai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *