Main Agenda: Kasatgas PRR Janji Percepat Sinergi Bangun Huntap di Desa Sekumur Aceh

Kasatgas PRR Janji Percepat Sinergi Bangun Hunian Tetap di Desa Sekumur Aceh

Kunjungan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, Muhammad Tito Karnavian, ke Aceh Tamiang pada Sabtu (4/4) menyoroti upaya mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) di Desa Sekumur. Tito menyatakan akan melakukan koordinasi segera dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait untuk mengarahkan rencana pembangunan tersebut. Dia juga berkomitmen berdiskusi dengan pihak PT Perkebunan Semadam, yang berada dekat wilayah desa, agar bersedia memberikan sebagian area Hak Guna Usaha (HGU) untuk mendirikan huntap.

Langkah untuk Penyediaan Wilayah

Dalam kunjungan itu, Tito menyebutkan bahwa setelah masalah tanah dituntaskan, proses pembangunan hanya tinggal bersihkan lahan oleh kabupaten, kemudian diselesaikan oleh Kementerian PKP. “Saat data dari Kementerian PKP diterima, mereka langsung turun survei, konstruksi, dan proyeksi waktunya mungkin 3 bulan atau 4 bulan, seperti yang terjadi di Tapsel dan Sibolga,” jelas Tito dalam wawancara.

“Kalau sudah clear masalah tanahnya maka tinggal dibersihkan, land clearing dari kabupaten, dan setelah itu nanti dibangunkan oleh Menteri PKP Maruarar Sirait. Beliau sudah minta terus datanya kepada saya,” kata Tito, Sabtu (4/4).

Tito menegaskan bahwa bantuan lauk pauk senilai Rp15 ribu per orang per hari selama tiga bulan akan disiapkan selama proses pembangunan. Ia menambahkan bahwa durasi proyek ini sangat bergantung pada kecepatan pengumpulan data dari pemerintah daerah.

Penyaluran Bantuan

Selama kunjungan, Tito juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada warga Desa Sekumur, termasuk 276 paket perlengkapan ibadah, 276 paket sembako, 276 paket dapur, dan lima unit penyimpanan air (toren) berkapasitas 2000 liter. Bantuan ini dimaksudkan untuk mendukung pemulihan dan memenuhi kebutuhan sosial serta ekonomi warga yang terdampak bencana.

Tito menjelaskan bahwa penyaluran bantuan bukan hanya upaya pascabencana, tetapi juga cara untuk memahami kebutuhan jangka panjang warga. Sejumlah warga menyampaikan harapan memiliki fasilitas air bersih dan hunian tetap, dengan mayoritas memilih huntap komunal karena tinggal di daerah rawan banjir.

Pecepatan pembangunan diusahakan agar tidak ada warga Desa Sekumur yang harus tinggal di pengungsian terlalu lama. Sebelumnya, pengungsi mengalami keterisolasian akibat akses jalan yang terganggu longsor dan lumpur yang melanda Aceh Tamiang di akhir November 2025.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *