Gara-Gara Trump, Warga RI Jalan-Jalan ke Jepang: Thailand Lebih Murah

Gara-Gara Trump, Warga RI Jalan-Jalan ke Jepang – Thailand Lebih Murah

Sebelum berangkat ke luar negeri, wisatawan sering memperhatikan kurs mata uang. Hal ini terutama relevan bagi masyarakat Indonesia, karena perubahan nilai tukar berdampak langsung pada biaya liburan. Saat mata uang tujuan melemah terhadap rupiah, pengeluaran wisatawan menjadi lebih ringan, mulai dari makan, transportasi hingga belanja. Jumlah uang yang sama bisa menghasilkan lebih banyak mata uang lokal, sehingga daya beli turis RI meningkat.

Perang antara Iran dan Amerika Serikat (AS) serta Israel beberapa bulan terakhir memengaruhi nilai tukar sejumlah negara. Tidak hanya won Korea Selatan dan yen Jepang, tetapi juga mata uang lain mengalami pelemahan. Pola investor mulai mengalihkan dana dari pasar emerging ke aset berdenominasi dolar AS, karena ketidakpastian akibat perang ini. Hal ini memengaruhi kurs beberapa negara tujuan wisata di Asia, termasuk Korea Selatan, Jepang, Taiwan, dan Thailand.

Korea Selatan Jadi yang Paling Menarik

Won Korea Selatan mengalami penurunan kurs terhadap rupiah sejak beberapa bulan terakhir. Dalam enam bulan terakhir, kurs won turun dari sekitar Rp11,72 per won menjadi Rp11,28 per won pada penutupan perdagangan Senin (6/4/2026). Artinya, won melemah sekitar 3,79% terhadap rupiah. Pelemahan ini memberi keuntungan bagi wisatawan RI, karena biaya yang harus disiapkan menjadi lebih murah. Dengan Rp10 juta, saat ini wisatawan bisa memperoleh 886.289 won, dibanding 852.733 won enam bulan lalu. Selisihnya mencapai 33.556 won, yang cukup signifikan, terutama untuk pengeluaran besar seperti tiket masuk atau belanja.

Jepang Selain Korea Selatan Juga Layak Dipertimbangkan

Dalam periode yang sama, kurs yen Jepang turun sekitar 2,93% terhadap rupiah. Nilainya berubah dari Rp109,99 per yen menjadi Rp106,77 per yen. Pelemahan ini membuat wisatawan RI bisa mendapatkan tambahan 2.742 yen dengan Rp10 juta. Dengan uang tambahan ini, pengeluaran untuk makan atau aktivitas lain semakin terjangkau. Misalnya, uang tersebut cukup untuk membeli dua porsi ramen, yang biasanya dijual sekitar 1.000 yen per porsi di Tokyo.

Jepang tetap menjadi salah satu destinasi favorit bagi turis Indonesia, terutama karena jaraknya relatif dekat dan pengeluaran yang terasa lebih ringan dibandingkan negara empat musim lain. Saat ini, pengunjung bisa menikmati musim bunga sakura yang menjadi momen populer untuk liburan.

Taiwan Juga Makin Ramah untuk Kantong Turis RI

Taiwan menunjukkan tren serupa, dengan dolar Taiwan melemah sekitar 1,76% terhadap rupiah. Nilainya berubah dari Rp542,25 per dolar menjadi Rp532,69 per dolar dalam enam bulan terakhir. Dengan asumsi menukar Rp10 juta, wisatawan bisa memperoleh 18.773 dolar Taiwan, dibanding 18.442 dolar Taiwan enam bulan silam. Selisih sekitar 331 dolar ini mungkin tidak terlalu besar, tetapi tetap memberi keuntungan bagi mereka yang ingin berlibur ke sana.

Baht Thailand Melemah Sejak Awal

Baht Thailand juga mengalami pelemahan sejak awal tahun. Meski detail kurs tidak disebutkan secara spesifik, kondisi ini menciptakan peluang lebih baik untuk wisatawan Indonesia. Dengan dana yang sama, mereka bisa memperoleh lebih banyak mata uang lokal, sehingga pengeluaran menjadi lebih efisien. Pergeseran ini berdampak pada destinasi seperti Haeundae Beach di Busan dan Gyeongbokgung Palace di Seoul, yang tetap menarik meskipun ada perubahan kurs.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *