Harga Batu Bara Loyo Sepekan Ini – CPO Justru Tampil Perkasa!
Harga Batu Bara Loyo Sepekan Ini, CPO Justru Tampil Perkasa!
Jakarta — Dalam pekan perdagangan 30 Maret hingga 3 April 2026, pergerakan harga dua komoditas utama Indonesia, batu bara dan crude palm oil (CPO), menunjukkan arah yang berbeda. Harga batu bara mengalami lonjakan awal tetapi berbalik turun, sementara CPO terus menguat hingga menutup pekan dengan level yang lebih tinggi.
Berdasarkan data Refinitiv, harga batu bara kontrak NCFMc2 ditutup di US$139,3 per ton pada Kamis, 2 April 2026. Posisi ini hanya naik 0,14% dibandingkan penutupan Rabu, 1 April, yang berada di US$139,1 per ton. Namun, nilai tertinggi batu bara terjadi Senin, 30 Maret, di US$148,6 per ton. Meski ada peningkatan kecil di akhir pekan, harga batu bara belum mampu pulih ke level awal minggu.
Kondisi ini menyebabkan penurunan harga batu bara mingguan sebesar 3,16%. Kenaikan awal minggu dipengaruhi ketidakpastian pasar energi global akibat konflik Timur Tengah. Lonjakan harga LNG sebelumnya mendorong sebagian pembangkit listrik beralih ke batu bara, terutama jenis berkualitas tinggi. Namun, sentimen tersebut tidak cukup kuat untuk menjaga harga tetap di puncak.
Sementara itu, harga CPO kontrak FCPOc3 menutup pekan dengan performa yang lebih konsisten. Jumat, 3 April, CPO ditutup di 4.839 ringgit per ton, naik 1% dibandingkan penutupan sebelumnya di 4.791 ringgit per ton. Senin, 30 Maret, harga CPO berada di 4.772 ringgit per ton. Artinya, CPO tidak hanya bertahan di level tinggi, tetapi juga mampu memperkuat kenaikannya hingga akhir minggu.
Penguatan CPO minggu ini didukung oleh ekspektasi stok Malaysia akan berkurang. Ketersediaan yang diprediksi menurun membuat harga naik karena ketakutan pasokan makin terbatas. Selain itu, pasar memantau prospek biodiesel, terutama kemungkinan penggunaan campuran yang lebih intensif di Indonesia. Sentimen ini memperkuat permintaan domestik, sehingga pasokan ekspor bisa terbatas.
Kombinasi antara persediaan yang memudar, harapan permintaan biodiesel, dan harga minyak dunia yang tetap tinggi membuat CPO tetap menarik bagi investor. Kenaikan ini mencerminkan momentum yang lebih stabil dibandingkan batu bara, yang terpantau cenderung fluktuatif.
CNBC INDONESIA RESEARCH [email protected] 1 2