Harga Batu Bara Naik Lagi – Ikut Terbakar Minyak
Harga Batu Bara Naik Lagi, Ikut Terbakar Minyak
Pada perdagangan Kamis (2/4/2024), harga batu bara global kembali mengalami kenaikan tipis sebesar 0,14% menjadi US$ 139,3 per ton. Ini merupakan perbaikan dari penurunan harga yang terjadi sebelumnya, dengan penurunan mencapai 6,6% dalam dua hari terakhir.
Korelasi dengan Harga Energi Dunia
Kenaikan harga batu bara dipengaruhi oleh kenaikan kembali harga energi internasional. Pasar minyak mentah brent juga melonjak 8,03% ke US$ 109,28 per barel, sementara harga gas Eropa naik 2,5%. Batu bara berfungsi sebagai komoditas pengganti minyak dan gas, sehingga pergerakannya selalu beriringan.
Konteks Global dan Dampak Ekonomi
Bloomberg Intelligence memperkirakan, jika gangguan LNG berlanjut, permintaan batubara termal global bisa meningkat 40-60 juta ton. Ini setara dengan 4-6% dari total perdagangan internasional, cukup signifikan untuk mendorong kenaikan harga.
Peralihan dari gas ke batu bara tidak terjadi secara mendadak. Di Eropa, kapasitas switching berkurang akibat penutupan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan penggunaan energi terbarukan yang meningkat. Perubahan ini memakan waktu dalam hitungan minggu, bukan instan.
Peran China dalam Pasar
Kenaikan harga batu bara juga didukung oleh ketersediaan tambahan dari China. Sxcoal melaporkan bahwa negara tersebut sedang memperbaiki Daqin Railway, jalur utama pengangkutan batu bara yang menghubungkan Datong (basis tambang di Shanxi) dan pelabuhan Qinhuangdao (pusat ekspor utama). Perawatan dimulai sejak 1 April 2026 dan diperkirakan berlangsung selama satu bulan.
Kapasitas angkut batu bara pada jalur ini mencapai 1,2-1,3 juta ton per hari. Penurunan volume pengangkutan di China akan mengurangi pasokan ke pasar, yang berpotensi mendorong kenaikan harga. Namun, efek ini mungkin tertunda karena permintaan listrik di Tiongkok masih terbatas.