Historic Moment: Jam Tangan hingga Kopi RI Tiba-Tiba Jadi Primadona di Belgia
Jam Tangan hingga Kopi RI Tiba-Tiba Jadi Primadona di Belgia
Dari Jakarta, ekspor Indonesia ke Belgia pada tahun 2025 mengalami peningkatan signifikan. Nilai total pengiriman mencapai sebesar US$1,905 miliar, naik 20,48% dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini memposisikan Belgia sebagai salah satu pasar yang paling cepat berkembang untuk produk Indonesia di Eropa selama periode tersebut.
Peningkatan Ekspor Terbesar
Dilaporkan oleh satudata Kemendag, pertumbuhan terjadi secara merata di berbagai kategori barang. Faktor utama peningkatan berasal dari sektor manufaktur dan barang berbasis sumber daya. Meskipun barang konsumsi dan manufaktur yang memerlukan tenaga kerja masih mendominasi nilai ekspor, ada peningkatan signifikan dari sektor spesifik seperti kimia dan farmasi.
Komoditas Utama dalam Ekspor
Dari segi volume, alas kaki menjadi produk terbesar dengan nilai ekspor US$431,19 juta, tumbuh 22,03% dibanding tahun lalu. Di peringkat kedua ada kopi, teh, serta rempah-rempah sebesar US$305,13 juta, naik hingga 158,11%. Besi dan baja menyusul dengan pertumbuhan 121,18% dan nilai US$275,46 juta. Tiga kategori ini membentuk inti utama ekspor Indonesia ke Belgia, menunjukkan kombinasi antara industri pengolahan dan komoditas sumber daya.
Sementara itu, bahan bakar mineral mencatat nilai US$91,10 juta dengan kenaikan 18,21%. Mesin dan alat elektrik tumbuh 95,99% dengan nilai US$78,02 juta. Barang dari kulit tercatat US$77,72 juta, meski pertumbuhan relatif terbatas pada 5,67%. Pakaian non-rajut, furnitur, timah, serta mesin mekanis juga masuk dalam sepuluh besar, dengan nilai antara US$54 juta hingga US$68 juta.
Produk dengan Pertumbuhan Tinggi
Dalam aspek pertumbuhan, sejumlah kategori mencatatkan peningkatan luar biasa. Bahan anyaman nabati melonjak 4.284,68%, meski nilai ekspornya hanya US$0,0347 juta. Produk farmasi mengalami kenaikan 4.035,97% dengan nilai US$1,30 juta. Lemak dan minyak hewani/nabati tumbuh 1.069,70% hingga mencapai US$14,21 juta. Produk tekstil seperti kain kempa dan bukan tenunan juga naik 778,67%, sementara aneka produk kimia meningkat 515,73% dengan nilai US$19,41 juta.
Kelompok bijih logam mengalami kenaikan 393,51%, dan jam serta arloji tumbuh 328,02%. Produk hewani lainnya, mainan, serta buah-buahan juga mencatat pertumbuhan di atas 200%. Pola ini menunjukkan bahwa Belgia mulai menerima beragam jenis barang dari Indonesia, termasuk komoditas yang sebelumnya tidak terlalu diminati.
“CNBC Indonesia Research”