Key Discussion: Harga Emas Membeku, Bandar Tunggu Deadline Trump-Iran Hari Ini

Harga Emas Tetap Stabil, Investor Tunggu Deadline Trump-Iran Hari Ini

Jakarta, harga emas terpantau tidak mengalami perubahan signifikan karena investor masih bersikukuh menunggu pemberitahuan tambahan terkait situasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjelang tenggat waktu pembukaan kembali Selat Hormuz. Dikutip Refinitiv, harga emas ditutup di posisi US$4674,39 per troy ons pada perdagangan Senin (6/4/2026), turun 0,6% dibandingkan hari sebelumnya.

Pergerakan harga emas yang hanya mencapai 0,6% dalam satu hari ini dianggap “membeku,” mengingat selama setahun terakhir, perubahan harga emas biasanya mencapai 2-3% per hari. Penurunan ini memperpanjang tren melemah emas dengan kinerja negatif 2,3% dalam dua hari berturut-turut. Namun, pada hari ini, harga emas mulai menunjukkan tren kenaikan, mencapai US$4659,39 per troy ons pada pukul 06,21 WIB.

Iran dan AS Berupaya Cari Kesepakatan

Iran mengungkapkan keinginan untuk menyelesaikan perang dengan AS dan Israel, sambil menolak tekanan untuk membuka kembali Selat Hormuz di bawah gencatan senjata sementara. Di tengah upaya kedua pihak menyusun kerangka penyelesaian konflik yang telah berlangsung lima minggu, Presiden AS Donald Trump mengancam akan “menghujani neraka” ke Teheran jika tidak ada kesepakatan hingga Selasa.

“Fokus kemungkinan akan tetap pada perang dan suku bunga. Jika konflik berlarut-larut, harga minyak akan terus naik seiring pengetatan pasokan, sehingga menambah tekanan inflasi,” kata Bart Melek, kepala strategi komoditas global di TD Securities, kepada Reuters.

Bart Melek menambahkan bahwa kenaikan harga energi akan mengurangi ruang kebijakan bagi bank sentral, terutama The Federal Reserve, yang bisa memicu diskusi kenaikan suku bunga jika pasokan minyak tetap terbatas. Hal ini dianggap sebagai sentimen negatif untuk emas.

Faktor yang Dipertimbangkan Investor

Emas secara luas dianggap sebagai instrumen pelindung terhadap risiko geopolitik dan inflasi. Namun, karena tidak memberikan imbal hasil bunga, logam mulia ini cenderung kurang menarik saat suku bunga tinggi. Faktor lain yang menjadi perhatian investor termasuk risalah rapat kebijakan The Fed bulan Maret, yang akan dirilis Rabu, data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS pada Kamis, serta indeks harga konsumen (CPI) pada Jumat.

Bank sentral AS mempertahankan suku bunga bulan lalu, dan mayoritas pelaku pasar kini memandang hampir tidak ada peluang untuk memangkas suku bunga tahun ini, menurut alat FedWatch dari CME. Sementara itu, harga perak juga mengalami penurunan pada Senin (6/4/2026) ke US$72,79 per troy ons, turun 0,28%. Pada hari ini, harga perak naik 0,36% menjadi US$73,05 per troy ons.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *