Key Discussion: IMF Bongkar Fakta Mengejutkan, Dunia Mulai “Menghukum” Amerika

IMF Ungkap Perubahan Signifikan dalam Komposisi Cadangan Devisa Global

Dalam laporan terbaru yang dirilis oleh International Monetary Fund (IMF), terungkap bahwa pangsa dolar AS dalam penyusunan cadangan devisa global mengalami penurunan di kuartal IV-2025. Data ini menunjukkan persentase dolar AS turun menjadi 56,77%, dibandingkan 56,93% pada kuartal III-2025. Jika dilihat secara tahunan, tren ini menandakan penurunan perlahan dalam dominasi dolar dalam komposisi cadangan resmi di seluruh dunia.

Menariknya, pada kuartal I-2025, porsi dolar masih stabil di sekitar 57,79%, lalu mengalami penurunan tajam ke 56,32% di kuartal II-2025. Setelah itu, angka kembali naik ke sekitar 56,9% pada paruh kedua tahun lalu, sebelum berakhir di 56,77% di akhir 2025. Level ini mencerminkan titik terendah porsi dolar sejak pertengahan 1990-an, meski dominasi greenback tetap signifikan.

Kepemilikan aset berdenominasi dolar AS tetap tinggi, bahkan dalam beberapa periode terakhir masih meningkat. Namun, kenaikan ini jauh lebih lambat dibandingkan pertumbuhan aset dalam mata uang lain.

Secara total, cadangan devisa global pada periode yang sama meningkat menjadi US$13,14 triliun dari US$13,03 triliun di kuartal sebelumnya. Perubahan ini tidak terjadi karena bank sentral secara masif menjual dolar, melainkan refleksi dari strategi diversifikasi yang terus berlangsung.

Euro dan Yuan: Posisi Tidak Menurun Drastis

Euro tetap menjadi mata uang cadangan terbesar kedua dunia, dengan pangsa mencapai 20,25% di kuartal IV-2025, sedikit lebih rendah dari 20,36% di kuartal III-2025. Sementara itu, yuan China sedikit meningkat menjadi 1,95%, dibandingkan 1,92% di kuartal sebelumnya. Meski kenaikan ini tergolong kecil, mata uang Tiongkok mulai mendapat perhatian lebih dalam pembicaraan pasar internasional.

Dolar masih mencakup sekitar 58% dari cadangan resmi global pada 2024, jauh di atas euro, yen, pound sterling, dan yuan, menurut kajian The Fed.

Bahkan, The Fed menekankan bahwa penurunan pangsa dolar tidak secara utama beralih ke satu mata uang kompetitor utama, melainkan disebabkan oleh peningkatan eksposur ke berbagai mata uang yang lebih minor. Meski yuan belum mampu menjadi pesaing utama dolar, perannya mulai terlihat dalam transaksi energi, perdagangan lintas negara, dan istilah “petroyuan” yang semakin populer.

Mata Uang Non-Tradisional: Tren yang Menggeliat

Sementara itu, kategori mata uang non-tradisional menunjukkan pertumbuhan signifikan. Porsi kelompok ini naik menjadi 6,13% di kuartal IV-2025, dibandingkan 5,61% di kuartal III-2025. IMF mencatat bahwa peningkatan ini terjadi secara berkelanjutan sejak 2021, bahkan lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode awal.

Perkembangan ini mengisyaratkan bahwa bank sentral global mulai mengalokasikan cadangan ke instrumen keuangan yang beragam, termasuk mata uang dari negara-negara dengan pengaruh politik dan ekonomi yang berkembang. Meski prosesnya masih dalam tahap awal, ini menunjukkan pergeseran perlahan dalam sistem perdagangan global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *