Key Strategy: Harga Emas Terbang 3% Tembus US$ 4600, Ramalan Terbaru Bikin Ngeri

Harga Emas Terbang 3% Tembus US$ 4600, Ramalan Terbaru Bikin Ngeri

Harga emas dan perak melonjak pada perdagangan Selasa (31/3/2026), meskipun secara bulanan mengalami penurunan. Berdasarkan Refinitiv, harga emas ditutup di US$ 4681,27 per troy ons, naik 3,53% dalam satu hari. Ini memantapkan emas ke level tertinggi sejak 18 Maret 2026. Kenaikan emas juga memperpanjang tren kenaikan berkelanjutan selama tiga hari, mencapai peningkatan 6,6%. Namun, dalam bulan Maret 2026, harga emas mengalami penurunan 11,52%, yang menjadi rekor terburuk sejak Oktober 2008 (-16,8%).

Harga emas terus menguat pada hari Rabu (1/4/2026), dengan kenaikan 0,26% ke US$4681,27 per troy ons. Penguatan ini didorong oleh pelemahan dolar AS, yang turun ke 99,96 pada perdagangan kemarin setelah bertahan di level 100 selama dua hari beruntun. Optimisme mengenai de-eskalasi konflik di Timur Tengah juga menjadi faktor pendorong.

“Kenaikan harga emas saat ini cukup menggembirakan karena meningkatnya harapan de-eskalasi di Timur Tengah. Akan tetapi, saya masih menunggu peningkatan lebih lanjut untuk memastikan ini menjadi tren yang berkelanjutan,” kata Peter Grant, Wakil Presiden dan Senior Metals Strategist di Zaner Metals, kepada Reuters.

Di sisi lain, The Wall Street Journal melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump bersedia mengakhiri kampanye militer terhadap Iran, meski Selat Hormuz masih sebagian besar tertutup. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menambahkan bahwa beberapa hari mendatang akan menjadi penentu dalam perang melawan Iran. Ia memperingatkan Teheran bahwa konflik bisa memuncak jika kesepakatan tidak tercapai.

Penguatan harga energi selama Maret 2026 menyebabkan emas spot turun 11,8% secara bulanan, seiring lonjakan harga minyak akibat perang di Timur Tengah. Kenaikan energi memperkuat kekhawatiran inflasi, mendorong pasar untuk merevisi ekspektasi suku bunga. Meski emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian dan inflasi, suku bunga tinggi meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas.

Harga Perak Juga Melambung

Selain emas, harga perak juga mengalami kenaikan signifikan. Refinitiv mencatat perak ditutup di US$75,11 per troy ons pada Selasa (31/3/2026), naik 7,2%. Ini membawa perak ke titik tertinggi sejak 18 Maret 2026, dengan penguatan berturut-turut selama tiga hari mencapai 10,4%. Namun, dalam sebulan terakhir, perak mengalami penurunan 19,95%, yang terburuk sejak Agustus 2008 (-23,19%).

Harga perak turun sedikit pada Rabu (1/4/2026), ke US$75,04 per troy ons, atau melandai 0,09%. Analis BNP Paribas memproyeksikan harga perak akan bergerak dalam kisaran US$65-US$75 per ons hingga 2026. Selain itu, mereka memperkirakan pasar fisik akan beralih ke surplus pada 2027.

BMI mempertahankan proyeksi harga emas tahun 2026 pada rata-rata US$4.600 per tahun, sementara Goldman Sachs masih optimis bahwa harga emas akan mencapai US$5.400 akhir tahun ini. Kenaikan emas dan perak terus berlangsung, dengan dorongan dari faktor eksternal dan internal yang terus berubah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *