Key Strategy: Jejak Hijau dari Bangka: Transformasi Berkelanjutan Mitra Stania Prima
Jejak Hijau dari Bangka: Transformasi Berkelanjutan Mitra Stania Prima
PT Mitra Stania Prima baru-baru ini memperoleh penghargaan emas dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Penghargaan ini mencerminkan upaya perusahaan dalam menerapkan metode pertambangan yang ramah lingkungan, termasuk penghematan energi, pengurangan emisi karbon, serta pemberdayaan masyarakat di sekitar area operasionalnya. Capaian tersebut juga menunjukkan peran perusahaan dalam mendukung peralihan ke ekonomi rendah karbon, sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.
Bisnis dan Lokasi Operasional
Perusahaan yang berada di bawah naungan ARSARI Tambang ini bergerak dalam bidang pertambangan, pengolahan, dan pemurnian bijih timah. Lokasi utama kegiatannya terletak di Kawasan Industri dan Pelabuhan Air Kantung, Kelurahan Jelitik, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka. Sejak 2013, PT Mitra Stania Prima telah beroperasi di wilayah Mapur, dengan memproduksi ingot timah yang telah terdaftar di London Metal Exchange (LME), salah satu standar kualitas global.
Transformasi Energi dan Teknologi
Dalam menjalankan operasional, perusahaan meluncurkan berbagai inovasi melalui program Ekoinovasi. Fokus utama adalah perpindahan dari penggunaan solar (diesel) ke listrik berbasis Renewable Energy Certificate (REC) PLN serta penerapan teknologi tungku listrik hijau. Selain itu, perusahaan juga mengganti teknologi tanur pantul menjadi tanur listrik, mengurangi ketergantungan pada alat berat bahan bakar fosil dengan sistem elektrik, serta mengoptimalkan penggunaan overhead crane.
Transformasi ini memberikan dampak signifikan terhadap kinerja lingkungan dan efisiensi produksi. Perusahaan telah mencapai pengurangan emisi dari 115 ton menjadi 35 ton CO₂eq, sekaligus mendukung rehabilitasi daerah aliran sungai seluas 72 hektare.
Program Pemberdayaan Sosial
Mitra Stania Prima tidak hanya fokus pada aspek lingkungan, tetapi juga mendorong inovasi sosial melalui Program ARSARI. Program ini memanfaatkan limbah kelapa menjadi produk bernilai seperti biochar dan asap cair dengan teknologi retort tertutup. Hasilnya, empat kelompok masyarakat terbentuk, dengan peningkatan pendapatan rata-rata antara Rp1,5 juta hingga Rp1,9 juta per bulan.
Dalam bidang sosial, perusahaan juga mengembangkan Program TAMASYA yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup anak dan keluarga. Kegiatan meliputi pembinaan TPA, pelatihan pengasuh bersertifikasi, pemantauan perkembangan anak, kelas parenting, serta kolaborasi dengan puskesmas lokal untuk layanan kesehatan.
Komitmen Karbon dan Inisiatif Transisi Energi
Sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan, perusahaan telah mengambil langkah awal dalam carbon trading dengan membeli 1.000 kg CO₂eq yang terdaftar di Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI). Di sisi energi, mereka juga mengintegrasikan listrik berbasis REC dan bahan bakar biosolar B35 sebagai bagian dari strategi transisi menuju energi lebih bersih.
Secara keseluruhan, berbagai inisiatif yang dijalankan oleh PT Mitra Stania Prima menunjukkan keterpaduan antara pertumbuhan ekonomi, lingkungan, dan manfaat sosial. Capaian ini memperkuat reputasi perusahaan sebagai pelaku pertambangan yang berkomitmen pada prinsip keberlanjutan dan inovasi berkelanjutan.