Latest Program: Tanpa Drama, Prancis Diam-diam Pindahkan Emas dari AS, Cuan Triliunan
Tanpa Drama, Prancis Diam-diam Pindahkan Emas dari AS, Cuan Triliunan
Jakarta, laporan keuangan tahunan 2025 menunjukkan perubahan signifikan dalam kinerja keuangan Bank Sentral Prancis. Meski cadangan emas negara tersebut tetap berada di level 2.437 ton, laba mencapai 8,1 miliar euro, dibandingkan kerugian 2,9 miliar euro di tahun sebelumnya. Selisih laba ini berkat satu item khusus yang muncul dalam laporan, yaitu penyesuaian sebagian kecil emas yang dimasukkan dalam rekening revaluasi.
Perubahan ini terjadi dalam transaksi lintas benua yang dimulai di akhir 2025 hingga awal 2026. Banque de France menjual emas lama di New York dengan denominasi dolar AS saat harga mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah. Dana hasil penjualan kemudian digunakan untuk membeli emas dengan standar baru di pasar Eropa. Proses ini tidak melibatkan pemindahan fisik logistik, melainkan beroperasi melalui transaksi pasar.
Strategi ini memberi keuntungan ganda. Selain menikmati nilai jual tinggi emas global, perubahan kurs dolar terhadap euro juga menambah margin profit. Selisih total mencapai 11 miliar euro atau sekitar 240 triliun rupiah. Peningkatan laba juga didukung oleh perubahan kebijakan moneter, di mana suku bunga fasilitas simpanan rata-rata turun menjadi 2,3% dari 3,7% di 2024. Penurunan ini mengurangi beban biaya bunga, meningkatkan pendapatan moneter sebesar 10,2 miliar euro.
Struktur neraca juga berkontribusi. Aset berupa surat berharga dari program sebelumnya memberi imbal hasil rendah, sementara kewajiban mengikuti suku bunga acuan. Kenaikan likuiditas dan penurunan biaya operasional berjalan stabil, dengan beban operasional turun menjadi 831 juta euro dari 888 juta euro pada tahun lalu. Dalam jangka panjang, pengeluaran ini berkurang rata-rata 4,1% per tahun.
“Keputusan kami menyimpan emas di Paris tidak terkait dengan faktor politik,” jelas Gubernur François Villeroy de Galhau. Pernyataan ini diberikan dalam konteks global yang penuh ketegangan, termasuk perang dagang, konflik geopolitik, dan peningkatan minat pada lokasi penyimpanan cadangan emas. Prancis memilih pendekatan berbeda dibandingkan negara-negara seperti Jerman, yang sebagian besar masih menahan emas di brankas Federal Reserve Bank of New York.
Pemindahan emas Prancis menunjukkan fleksibilitas Bank Sentral dalam mengelola aset strategis. Pendekatan ini menggabungkan kepercayaan pada emas sebagai jangkar stabilitas, sekaligus mengoptimalkan keuntungan melalui alat finansial aktif. Meski cadangan emas total tetap sama, komposisi dan nilai revaluasinya telah diperbarui. Ekuitas bersih bank sentral naik menjadi 283,4 miliar euro, termasuk rekening revaluasi emas dan devisa sebesar 11,4 miliar euro.
Setelah menyesuaikan transfer 5 miliar euro dan pajak 1,5 miliar euro, laba bersih mencapai 8,1 miliar euro. Sebagian dari pendapatan ini dialokasikan untuk memperkuat cadangan khusus, sementara sisanya menutup akumulasi kerugian 7,7 miliar euro dari tahun sebelumnya. Strategi ini memperlihatkan kemampuan Prancis mengelola aset strategis secara efisien tanpa mengorbankan stabilitas cadangan.
Transaksi ini juga membuka ruang optimisasi keuangan, terutama dalam periode volatilitas global. Prancis menunjukkan bahwa cadangan emas dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan profit, sementara tetap menjaga fondasi stabilitas ekonomi. Pendekatan seperti ini mengilhami perbandingan dengan negara lain, seperti Jerman, yang lebih lambat dalam menyesuaikan strategi penyimpanan emas.