Main Agenda: Awas! Gencatan Senjata Terancam, Fed Beri Sinyal Keras Soal Suku Bunga

Awas! Gencatan Senjata Terancam, Fed Beri Sinyal Keras Soal Suku Bunga

Pasar keuangan Indonesia memperlihatkan tren positif yang konsisten hari ini, setelah ketegangan geopolitik global yang sebelumnya memicu kekhawatiran berkurang. Penguatan terjadi di berbagai sektor, termasuk pasar saham dan nilai tukar rupiah. Peningkatan ini sejalan dengan optimisme yang mulai terbentuk akibat sentimen internasional yang membaik, terutama setelah pemberitaan mengenai gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat.

Dalam perdagangan Rabu (8/4/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik hingga 3,39%, mencapai level 7.207,16. Penguatan ini mengakibatkan 566 saham mengalami kenaikan, sementara 134 saham turun dan 114 saham stagnan. Transaksi pasar saham mencapai Rp 12,99 triliun, dengan total 26,86 miliar saham diperdagangkan dalam 1,44 juta kali transaksi. Investor asing tercatat melakukan pembelian bersih sebesar Rp 632,9 miliar, yang berkontribusi pada kenaikan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia hingga Rp 12.646 triliun.

Kenaikan rupiah terhadap dolar AS juga mencolok pada hari yang sama. Mata uang Garuda menguat 0,50% ke Rp17.005/US$, mematahkan tren penurunan tiga hari berturut-turut. Penurunan dolar AS di pasar global menjadi faktor utama penguatan ini, yang terpicu oleh berita gencatan senjata antara AS dan Iran. Setelah Presiden Trump mengumumkan kesepakatan dua minggu, indeks dolar AS mencapai level terendah dalam dua pekan.

Di Wall Street, pasar saham AS mengalami lonjakan setelah pengumuman tersebut. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 2,85% ke 47.909,92, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing naik 2,51% dan 2,80%. Namun, harga minyak mentah WTI anjlok lebih dari 16% ke US$94,41 per barel, sementara Brent crude turun sekitar 13% ke US$94,75. Penurunan ini mencerminkan kecemasan terhadap pasokan energi global.

“Saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu,” tulis Trump di Truth Social. “Kami menerima proposal 10 poin dari Iran, dan percaya ini bisa menjadi dasar yang layak untuk negosiasi.”

Trump menegaskan bahwa gencatan senjata ini bersifat dua arah, dengan syarat Iran membuka kembali Selat Hormuz. Menurut pernyataan Menteri Luar Negeri Iran, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi telah menyetujui pembukaan kembali jalur tersebut selama dua minggu, selama semua serangan dihentikan. Pernyataan ini juga menyebutkan bahwa lalu lintas kapal harus disinkronkan dengan kekuatan militer Iran.

Bank Indonesia (BI) menegaskan fokusnya pada menjaga stabilitas rupiah, meski situasi global masih penuh ketidakpastian. Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior BI, menyatakan bahwa bank sentral akan memanfaatkan seluruh instrumen operasi moneter (OM) untuk memastikan kestabilan nilai tukar. “Di tengah ketidakpastian global yang sangat tinggi, maka saat ini stabilitas menjadi prioritas utama bagi BI. Untuk itu, BI akan mengoptimalkan pemanfaatan seluruh instrumen OM yang dimiliki dan kebijakan OM untuk menjaga stabilitas nilai tukar,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (7/4/2026).

Dari sisi obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tetap stabil pada 6,624% selama tiga hari berturut-turut. Meski demikian, kinerja pasar saham AS yang membaik hari ini menunjukkan antusiasme investor terhadap langkah Trump dalam mengurangi ketegangan regional.

Jay Woods, kepala strategi pasar, mengatakan bahwa keputusan Trump menunda serangan terhadap Iran memberi ruang bagi pasar untuk lebih baik memahami langkah ke depan. “Bukan hal yang mengejutkan bahwa ada jeda dalam konflik Iran. Pasar kini jauh lebih piawai membaca langkah Trump berikutnya,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *