Meeting Results: Getah Pohon Asal Sumatra Ini Diperebutkan China Sampai Italia
Getah Pohon Asal Sumatra Ini Diperebutkan China Sampai Italia
Di wilayah Sumatra, kemenyan telah lama dikenal karena aroma uniknya yang berkaitan dengan ritual-ritual tradisional dan cerita keagamaan. Namun, di pasar global, bahan ini memiliki makna yang berbeda, menjadi komoditas bernilai tinggi dalam industri. Getah dari pohon Styrax benzoin masuk ke berbagai bidang, seperti parfum, kosmetik, farmasi, dan makanan premium.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor kemenyan Indonesia pada 2024 mencapai lebih dari 43 ribu ton dengan nilai sekitar US$52 juta. Tahun sebelumnya, nilai ekspor berada di kisaran US$49 juta. Meski volume tidak banyak berubah, kenaikan nilai menunjukkan harga jual global tetap stabil.
India menjadi pembeli utama dengan nilai lebih dari US$22 juta, diikuti oleh China sekitar US$4,7 juta. Pasar utama lainnya mencakup Bangladesh, Mesir, Prancis, dan Italia. Penyebaran tujuan ekspor ini menggambarkan kebutuhan kemenyan di berbagai sektor industri.
Permintaan Global dan Distribusi Ekspor
Prancis dan Italia memiliki industri parfum besar. Resin kemenyan digunakan sebagai bahan pengikat aroma agar wangi bertahan lebih lama. Permintaan dari kedua negara membantu menjaga posisi Indonesia di pasar premium.
Sentra produksi di Sumatra Utara terkenal menghasilkan bahan dengan kualitas baik dan aroma khas. Nilai komersial kemenyan juga berasal dari kandungan kimianya, seperti cinnamic acid, benzoic acid, benzaldehyde, vanillin, dan benzyl benzoate. Senyawa ini digunakan dalam antiseptik, salep, perawatan kulit, aromaterapi, serta industri makanan.
Industri makanan mengandalkan turunan benzoin sebagai bahan pemberi rasa dan aroma alami. Permen, minuman, dan dessert tertentu membutuhkan bahan ini. Dengan demikian, permintaan kemenyan tidak hanya terpaku pada satu sektor. Ketika pasar wewangian sedang lesu, kebutuhan dari farmasi atau pangan masih bisa mendukung permintaan.
Permintaan tradisional juga tetap aktif. Di India, gum benzoin digunakan dalam ritual keagamaan. Di Rusia dan Eropa Timur, gereja Ortodoks memakainya sebagai bahan dupa liturgi. Konsumsi berbasis budaya ini menciptakan pasar yang relatif stabil dari tahun ke tahun.
Tantangan serta Peluang di Sektor Kemenyan
Di dalam negeri, tantangan utama terletak pada regenerasi petani. Banyak generasi muda meninggalkan usaha kemenyan karena durasi panen yang panjang dan pendapatan yang dinilai kurang menarik. Jika tren ini berlanjut, pasokan bahan baku bisa mengalami tekanan dalam beberapa tahun mendatang.
Masalah lain ada di hilir. Indonesia masih menjual resin mentah, sementara negara lain mengolahnya menjadi parfum niche, balsam kesehatan, lilin premium, atau bahan kosmetik bernilai tinggi. Perbedaan harga di tahap pengolahan menunjukkan potensi pertumbuhan industri kemenyan masih terbuka lebar. Dengan pembibitan, riset, dan investasi pengolahan yang diperkuat, komoditas tua dari hutan Sumatra ini bisa naik kelas sebagai produk ekspor dengan margin lebih besar.
“Jika pembibitan, riset, dan investasi pengolahan diperkuat, komoditas lama dari hutan Sumatra ini bisa naik kelas menjadi produk ekspor dengan margin jauh lebih besar,”
CNBC Indonesia Research