Meeting Results: Siaga 1! Deal AS-Iran Kandas, di Tengah “Teror” Serbuan Data Ekonomi

Siaga 1! Deal AS-Iran Kandas, di Tengah “Teror” Serbuan Data Ekonomi

Pasar Keuangan Indonesia Ditutup Dengan IHSG Menguat

Pada hari Jumat (10/4/2026), pasar keuangan dalam negeri ditutup dengan pergerakan beragam. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan sebesar 2,07% hingga menembus level 7.458,49, sementara nilai tukar rupiah tercatat melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Pergerakan pasar hari ini didorong oleh dua faktor utama: dinamika perang antara Iran dan Amerika Serikat, serta rilis data penjualan eceran Indonesia.

Wall Street Kembali Melesat

Di sisi global, Wall Street tampil kuat dengan kenaikan mendekati level tertinggi sepanjang waktu, meski terjadi sedikit penurunan. Kondisi pasar keuangan internasional tetap terpengaruh oleh ketegangan geopolitik yang masih menghiasi berita utama.

Kontinuasi Perang dan Rilis Data Menjadi Faktor Utama

Kontroversi antara Amerika Serikat dan Iran terus menjadi sorotan, terutama setelah tidak tercapainya kesepakatan antara kedua belah pihak. Meski berunding bersama Pakistan, hasil negosiasi belum mampu mengurangi ketakutan pelaku pasar. Selain itu, data penjualan eceran RI menjadi penentu utama dalam pergerakan pasar lokal.

Analisis IHSG dan SBN

Indeks IHSG mencatat kenaikan signifikan dalam dua hari terakhir, dimulai dari penguatan tajam pada Rabu (8/4) yang melampaui 4%. Dalam perdagangan kemarin, 181 saham turun, 485 naik, dan 153 tidak bergerak. Total nilai transaksi mencapai Rp18,13 triliun, melibatkan 2,28 juta kali transaksi dan 42,94 miliar lembar saham. Kapitalisasi pasar juga mengalami peningkatan menjadi Rp13.215 triliun.

Pergerakan Saham Utama

Sektor perdagangan secara umum menguat, dengan kenaikan tertinggi di sektor barang baku, konsumer non primer, dan properti. Saham yang paling aktif termasuk BUMI, BBRI, dan BBCA. PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) menjadi saham terkuat dengan kenaikan 34% atau menyentuh level ARA. Emiten lain seperti PT Bank Mega (MEGA), PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) juga mencatat kenaikan signifikan.

Penurunan Rupiah Dipengaruhi Sentimen Global dan Lokal

Nilai tukar rupiah pada Jumat (10/4/2026) ditutup di Rp17.085/US$ dengan pelemahan 0,03%. Meski sempat dibuka menguat 0,09% ke Rp17.065/US$, tren tersebut cepat berubah. Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh sentimen internal maupun eksternal.

“Ketegangan geopolitik di Timur Tengah secara langsung memengaruhi nilai rupiah. Jika kesepakatan gencatan senjata antara AS, Iran, dan Israel berhasil tercapai, ada potensi penguatan untuk rupiah,” kata Ibrahim Assuaibi, Analis mata uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, dalam wawancara dengan CNBC Indonesia.

Pasar Obligasi Tidak Menunjukkan Perubahan Besar

Imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun Indonesia ditutup pada level 6,548% di hari Jumat (10/4/2026), dengan pergerakan berada di kisaran yang relatif rendah. Kondisi ini mencerminkan ketidakpastian yang masih menghiasi pasar keuangan nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *