Meeting Results: Terima Kasih Jepang – Taiwan, Harga Batu Bara Kembali Membara
Terima Kasih Jepang – Taiwan, Harga Batu Bara Kembali Membara
Harga batu bara naik kembali setelah mengalami stagnasi selama tiga hari, dengan peningkatan 1,2% pada perdagangan Selasa (7/4/2026) berdasarkan data Refinitiv. Harga penutupan mencapai US$141 per ton, memutus tren konsistensi yang berlangsung sejak beberapa hari terakhir.
Meningkatkan Produksi Listrik Berbasis Fosil
Banyak negara kembali meningkatkan permintaan listrik menggunakan bahan bakar fosil. Tokyo mengambil langkah untuk membatasi konsumsi gas alam cair (LNG) demi menjaga ketersediaan energi yang stabil, sekaligus mendorong operasional pembangkit listrik tenaga batu bara.
“Untuk memastikan pasokan energi yang stabil, kami mengurangi penggunaan LNG dan menerapkan langkah-langkah untuk memaksimalkan produksi listrik di pembangkit tenaga batu bara,”
kata Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang, Ryosei Akazawa, seperti dilaporkan Bernama.
Ketahanan Energi dengan Bahan Bakar Batu Bara
Menurut rencana darurat, Jepang tidak akan membatasi penggunaan pembangkit listrik tenaga batu bara yang kurang efisien pada tahun 2026, yang berpotensi meningkatkan produksi. Meski menghasilkan emisi karbon dioksida lebih tinggi, pembangkit batu bara tetap menjadi pilihan utama untuk keandalan pasokan energi, karena tidak bergantung pada importasi dari Asia Barat.
Perang Timur Tengah dan Dampak Global
Konflik antara Amerika Serikta, Israel, dan Iran, termasuk serangan terhadap Teheran, menyebabkan gangguan pada jalur pengiriman melalui Selat Hormuz. Hal ini berdampak langsung pada harga bahan bakar global, dengan peningkatan terjadi di berbagai negara. Sebagai respons, Taiwan meningkatkan ketergantungan pada pembangkit listrik tenaga batu bara, termasuk pembelian listrik dari unit Mailiao yang ditingkatkan kapasitasnya sejak Mei.
Ekspansi Infrastruktur Energi Batu Bara
Korea Selatan dan Bangladesh juga memperkuat penggunaan batu bara, sementara Jerman mempertimbangkan kembali operasional pembangkit tenaga batu bara yang sebelumnya dihentikan. Di sisi lain, Kazakhstan merencanakan pembangunan delapan pembangkit listrik tenaga batu bara baru serta modernisasi sebelas fasilitas eksisting dalam lima tahun ke depan, dengan peningkatan kapasitas sekitar 8 GW.
Kebutuhan Energi dan Cadangan Besar
Produksi batu bara diperkirakan akan meningkat, dengan output tahun ini mencapai sekitar 130 juta ton. Negara ini memiliki cadangan batu bara yang melimpah, mencapai lebih dari 33 miliar ton. Pembangunan infrastruktur dan pelaksanaan proyek energi batu bara terus dibahas dalam rapat pemerintah hari ini.