New Policy: 5 Perusahaan Iran Ini Diincar AS, Diduga Jadi Sumber Dana Militer IRGC
5 Perusahaan Iran Diincar AS, Diduga Jadi Sumber Dana Militer IRGC
Amerika Serikat, melalui Departemen Keuangan, menyatakan bahwa ekonomi Iran kini beroperasi secara non-konvensional. Bukan lagi bergantung pada jalur perdagangan biasa, Iran mengandalkan jaringan perusahaan yang spesialisasi tinggi. Salah satu entitas yang dituju adalah Sahara Thunder, yang dianggap tidak hanya menjual komoditas, tetapi juga berfungsi sebagai bagian dari sistem logistik rahasia Kementerian Pertahanan Iran.
Sanksi yang diberlakukan pada perusahaan-perusahaan ini bertujuan memutus rantai pasok komponen strategis dan alat utama sistem senjata. Banyak barang yang disamarkan sebagai produk sipil, tetapi sebenarnya digunakan untuk mendukung operasi militer IRGC. Washington menghadapi tantangan besar karena jaringan perusahaan tersebut sangat fleksibel. Saat satu nama dimasukkan ke daftar hitam, IRGC segera menggantinya dengan entitas baru di wilayah yang lebih sulit diawasi.
Paradoks Sanksi dan Taktik Iran
Menariknya, AS pernah memberikan pengecualian untuk penjualan sekitar 150 juta barel minyak Iran. Kebijakan ini bertujuan menghindari kenaikan harga bensin di pasar domestik dan global akibat penutupan Selat Hormuz. Namun, Iran melihat ini sebagai upaya intelijen untuk memetakan jalur distribusinya.
“Kebijakan pengecualian ini justru menjadi jebakan untuk mengetahui arus dana mereka,”
Sebagai respons, armada pengapalan seperti Admiral dari keluarga Shamkhani terus menggunakan strategi “pelayaran gelap.” Mereka mematikan transponder dan memalsukan dokumen muatan guna menghindari pengawasan. AS bersedia mengizinkan minyak Iran dialirkan ke kilang di Tiongkok, asalkan transaksi keuangannya tetap dihambat melalui sistem perbankan internasional.
Fokus Sanksi pada Sektor Keuangan
Sekarang, perhatian AS juga tertuju pada sektor keuangan bayangan. Pasargad Financial Group dan rekening perwalian di Hong Kong serta Tiongkok daratan menjadi sasaran utama. Mereka memahami bahwa sanksi terhadap perdagangan fisik tidak efektif jika Iran masih bisa mencairkan dana melalui bank kecil yang minim hubungan dengan sistem keuangan Barat.
Kerja sama intelijen finansial dengan Uni Emirat Arab membantu Washington menutup celah. Tujuannya adalah mengisolasi Iran secara total, memaksa bank Asia Timur memilih antara melayani dana minyak atau kehilangan akses ke sistem kliring dolar AS.
– CNBC INDONESIA RESEARCH [email protected]