New Policy: Bestie Banget! China All In ke Indonesia, Investasi Terbesar di Asia

Bestie Banget! Tiongkok Fokus Investasi ke Indonesia, Negara Asia Paling Favorit

Dalam dua dekade terakhir, ekspansi ekonomi Tiongkok meluas secara signifikan dan terorganisir. Jakarta, sebagai pusat perekonomian, menjadi sasaran utama investasi asing dari negara tersebut. Melansir dari Visual Capitalist, dari 2005 hingga 2025, perusahaan Tiongkok mengalirkan lebih dari US$1,5 triliun (sekitar Rp25,35 triliun) ke berbagai negara di dunia. Namun, distribusi modal ini tidak merata. Hanya sejumlah negara yang mampu menarik investasi utama dari Tiongkok.

Tujuan Utama Investasi Tiongkok di Global

Di antara negara-negara lain, Amerika Serikat tetap menjadi destinasi utama Tiongkok dalam dua dekade terakhir. Total investasi yang masuk dari perusahaan Tiongkok ke AS mencapai sekitar US$204 miliar, lebih tinggi dibanding negara manapun. Meski hubungan geopolitik antara Tiongkok dan AS semakin memanas, arus modal tidak sepenuhnya terhenti. Sepanjang 2025, investasi baru dari Tiongkok ke AS masih mencapai hampir US$4 miliar.

“Dari 2005 hingga 2025, nilai investasi Tiongkok ke AS tercatat sebagai yang tertinggi di dunia,”

Australia dan Inggris menempati posisi kedua dan ketiga, dengan total sekitar US$108,12 miliar dan US$106,58 miliar, masing-masing. Meski jumlahnya hampir sama, karakteristik investasi di dua negara ini berbeda. Australia lebih banyak menarik modal untuk sektor sumber daya alam dan energi, sementara Inggris menjadi tempat aliran keuangan ke sektor properti, teknologi, serta infrastruktur besar.

Indonesia Menjadi Pilihan Strategis Tiongkok

Dalam kategori negara berkembang, Indonesia semakin menegaskan posisinya sebagai prioritas investasi Tiongkok. Total aliran modal dari negara tersebut mencapai US$49,37 miliar sepanjang 2005-2025. Tren ini bahkan terus mempercepat, terutama sejak 2019. Pada tahun tersebut, investasi Tiongkok di Indonesia melebihi US$1 miliar, menjadi posisi ketiga sebagai pemodal asing terbesar.

Dengan penambahan Hong Kong, nilai investasi total Tiongkok di Indonesia mencapai US$18,1 miliar. Lonjakan ini terkait dengan pergeseran strategi perusahaan Tiongkok untuk memindahkan basis produksi ke luar negeri, sebagai upaya menghindari tekanan tarif dari AS. Selain itu, Indonesia juga menawarkan pasar domestik yang luas.

“Aliran modal terus mengalir ke sektor industri dan hilirisasi, khususnya logam dasar serta rantai pasok energi seperti baterai kendaraan listrik,”

Indonesia menjadi negara Asia yang paling banyak menerima investasi dari Tiongkok. Kebutuhan industri nasional Tiongkok untuk bahan baku dan akses pasar domestik, serta kebijakan pemerintah Indonesia yang menarik, menjadi faktor utama peningkatan ini. Dengan demikian, Tiongkok semakin mengakar dalam perekonomian Indonesia, menciptakan keterkaitan yang kompleks dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *