New Policy: Harga Batu Bara Tembus Rekor Tertinggi 1,5 Tahun, Terima Kasih Trump

Harga Batu Bara Melonjak ke Level Tertinggi 1,5 Tahun, Banyak Terima Kasih pada Trump

Jakarta – Pasar batu bara mengalami lonjakan signifikan dalam tiga hari terakhir, berkat kenaikan harga minyak dan kebijakan yang diambil oleh Presiden AS Donald Trump. Menurut Refinitiv, harga batu bara pada perdagangan Senin (30/3/2026) mencapai US$ 148,6 per ton, naik 3,3% dari hari sebelumnya. Angka ini menandai kenaikan tertinggi sejak Oktober 2024, atau sekitar 1,5 tahun lalu. Kenaikan ini memperpanjang tren peningkatan harga batu bara yang mencapai 8% dalam tiga hari terakhir.

Kenaikan Harga Minyak Memicu Penguatan Batu Bara

Kemerosotan harga minyak berdampak positif pada kenaikan harga batu bara. Harga minyak West Texas Intermediate pada hari Senin ditutup dengan kenaikan 3,25% ke US$102,88 per barel, mencapai level tertinggi sejak 19 Juli 2022. Sementara itu, Brent crude naik tipis 0,19% ke US$112,78 per barel dan berada di jalur kenaikan bulanan terbesar dalam sejarah, dengan peningkatan sekitar 55%.

“Pensiun dipercepat pembangkit listrik dapat menyebabkan gangguan listrik bagi rumah tangga dan bisnis, serta berisiko terhadap kesehatan dan keselamatan publik,” kata Menteri Energi Chris Wright dalam pernyataannya.

Perintah Darurat Trump Memperkuat Pasar Batu Bara

Departemen Energi AS memperpanjang perintah darurat yang memastikan operasi pembangkit listrik batu bara tua di Craig tetap berjalan, melewati jadwal pensiun awalnya. Perintah ini dikeluarkan pertama kali pada 30 Desember 2025, satu hari sebelum Craig Station Unit 1 di Moffat County dijadwalkan tutup berdasarkan Pasal 202(c) Federal Power Act. Aturan ini memungkinkan lembaga tersebut menjaga pembangkit aktif dalam kondisi krisis, seperti perang atau kelangkaan energi.

Perpanjangan terbaru membuat pembangkit Craig tetap beroperasi setidaknya hingga 28 Juni 2026. Meski perintah darurat berlaku selama 90 hari, Departemen Energi memiliki wewenang untuk memperpanjangnya tanpa batas waktu selama krisis belum berakhir. Kebijakan ini juga digunakan Trump untuk mencegah penutupan pembangkit batu bara di Michigan, Washington, dan Indiana, serta pembangkit minyak di Pennsylvania.

Protes dan Tantangan Hukum

Awal bulan ini, Jaksa Agung Colorado Phil Weiser bersama koalisi kelompok lingkungan menggugat Departemen Energi, menuduh lembaga tersebut menyalahgunakan kewenangannya. Perusahaan pemilik pembangkit, termasuk Tri-State Generation and Transmission Association serta Platte River Power Authority, juga menolak keputusan ini. Pembangkit berusia lebih dari 40 tahun itu sempat berhenti operasi pada Desember 2025 akibat kerusakan katup, sebelum diperintahkan tetap aktif.

Pemilik pembangkit telah meminta pembatalan perintah darurat karena seluruh biaya operasional akan ditanggung pelanggan. Tri-State menyatakan sedang meninjau keputusan tersebut dan mempertimbangkan langkah hukum sambil tetap mematuhi aturan. Perusahaan ini juga berencana menutup dua unit pembangkit batu bara lainnya di Craig Station pada 2028.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *