New Policy: Siapa Ahmad Vahidi? Jenderal Veteran yang Kini Jadi “Otak Perang” Iran

Siapa Ahmad Vahidi? Jenderal Veteran yang Kini Jadi “Otak Perang” Iran

Dalam konflik militer yang semakin intens, Ahmad Vahidi kini menjadi tokoh sentral di belakang operasi balasan Iran terhadap Amerika Serikat dan Israel. Pada awal Maret 2026, ia menggantikan Mohammad Pakpour sebagai komandan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), setelah Pakpour gugur dalam fase awal serangan gabungan AS-Iran. IRGC, sebagai bagian integral dari sistem keamanan Republik Islam Iran, memiliki peran lebih luas daripada angkatan bersenjata biasa. Unit ini bertugas menjaga kestabilan negara dan memastikan terus berjalannya prinsip revolusioner yang dicanangkan oleh Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.

Keunggulan Karier di Jalur Intelijen

Sebelum mengambil jabatan strategis di level tertinggi, Vahidi telah menunjukkan kemampuan di bidang intelijen. Ia bergabung dengan IRGC segera setelah Revolusi Iran pada 1979, lalu meraih pengalaman yang luas di medan operasi dan dunia keamanan. Selain itu, pendidikan akademiknya yang solid—dengan gelar teknik elektro dan doktor di bidang studi strategis—menjadi bekal untuk memahami aspek pertahanan secara holistik.

Proyeksi Kekuatan dan Kontak Diplomasi

Dalam perjalanan kariernya, Vahidi terlibat dalam operasi rahasia Iran dengan pihak AS, termasuk kontak dengan kelompok dekat pemerintahan Presiden Ronald Reagan. Episode ini menunjukkan kemampuan dirinya dalam menyatukan aspek keamanan, diplomasi, dan kebijakan luar negeri. Selain itu, ia pernah memimpin unit intelijen Iran dan tercatat dalam pembentukan Ministry of Intelligence and Security (MOIS), lembaga kunci dalam pengelolaan informasi negara.

Kariernya membuktikan bahwa Vahidi bukan hanya strategis dalam taktik perang, tetapi juga paham bagaimana mengatur ancaman dari dalam negeri serta membangun pengaruh di luar wilayah Iran.

Komando Pasukan Quds Force

Vahidi dikenal sebagai salah satu figur penting dalam pengembangan Pasukan Quds Force, cabang IRGC yang mengelola operasi eksternal. Dalam posisi ini, ia bertugas mengkoordinasikan aksi militer di luar Iran, menjadikannya pusat dari kekuatan proyeksi negara. Ia memimpin unit tersebut hingga 1997 atau 1998, sebelum jabatan tersebut diambil alih oleh Qassem Soleimani.

Posisi di Jantung Pemerintahan

Setelah meniti karier di IRGC, Vahidi melanjutkan langkahnya ke jantung kebijakan Iran. Ia pernah menjabat deputi perencanaan di Kementerian Pertahanan, lalu menjadi wakil utama menteri pertahanan. Selama masa pemerintahan Mahmoud Ahmadinejad (2009–2013), ia memperoleh posisi puncak sebagai menteri pertahanan. Dalam jabatan ini, ia fokus pada pengembangan senjata konvensional, seperti tank, pesawat tempur, dan rudal.

Sebagai bagian dari tim konsultatif Iran, Vahidi juga aktif di Strategic Council on Foreign Affairs, yang bertugas memberikan rekomendasi strategis kepada Pemimpin Tertinggi. Kemampuan ini memperkuat posisinya sebagai figuran yang mampu menghubungkan tindakan militer dengan kebijakan nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *