Official Announcement: May Day! May Day! Harga Emas Ambruk 2%, Perak Jatuh 3% Pagi Ini
May Day! May Day! Harga Emas Turun 2%, Perak Melambung Turun 3% Pagi Ini
Jakarta, Pasar emas dan perak mengalami fluktuasi signifikan pada minggu ini setelah kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat (AS) batal. Investor juga memantau inflasi dalam negeri serta data ekonomi Tiongkok dan AS, ditambah pidato para pejabat The Federal Reserve yang dirilis pekan ini. Pada perdagangan Jumat lalu (10/4/2026), harga emas ditutup di US$ 4747,49 per troy ons, turun 0,34%. Namun secara keseluruhan, harga emas meningkat 1,54% selama akhir pekan lalu.
Harga emas mengalami penurunan tajam hari ini karena kenaikan kembali nilai dolar AS akibat ketegangan politik di Timur Tengah. Pada Senin (13/4/2026) pukul 06.29 WIB, emas menyentuh US$ 4651,94 per troy ons, turun 2,01%. Indeks dolar melonjak ke 99,13 pada Senin pagi setelah dua hari berada di level 98. Pembelian emas dalam dolar AS membuat kenaikan dolar mendorong penurunan permintaan.
Ketegangan Geopolitik Memuncak
Langkah blokade pelabuhan Iran oleh militer AS akan dimulai Senin pukul 10.00 waktu ET atau 14.00 GMT, setara dengan Senin pukul 21.00 WIB. Tindakan ini berpotensi mengganggu pasar energi global, terutama karena terjadi di tengah ketidakpastian mengenai jalur distribusi minyak Selat Hormuz. US Central Command (CENTCOM) menyatakan bahwa blokade hanya fokus pada kapal-kapal yang berhubungan langsung dengan Iran.
“Memblokade setiap kapal” yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz, demikian pernyataan Presiden Donald Trump melalui Truth Social.
Menurut Trump, langkah tegas ini diambil setelah perundingan dengan Iran di Pakistan berakhir gagal. Ia mengatakan Teheran menolak “melepaskan ambisi nuklirnya.” Namun Iran bersikeras bahwa kedua belah pihak sudah “tinggal selangkah lagi” mencapai kesepakatan, namun negosiasi runtuh karena AS mengajukan tuntutan maksimal dan syarat yang terus berubah.
Kinerja Emas dan Perak
Harga perak turun tajam pada hari ini. Pada Senin (13/4/2026) pukul 06.39 WIB, perak mencapai US$ 73,3 per troy ons, turun 3,4%. Penurunan ini menenggelamkan kenaikan positif yang terjadi empat hari sebelumnya sebesar 4,2%. Perak menghadapi tekanan karena penurunan permintaan industri, khususnya di sektor elektronik dan energi surya.
Ketidakpastian pasar global mendorong perusahaan menunda investasi dan memperlambat produksi. Selain itu, dolar AS yang kuat serta kenaikan imbal hasil obligasi membuat perak kurang menarik dibanding aset berbasis dolar, sehingga semakin menekan harga.
Prospek Harga Emas
Dari segi teknikal, emas masih mengalami kesulitan menembus zona resistensi US$ 4.800-US$ 4.850. Area ini penting karena support lama berubah menjadi resistensi. Selama level tersebut belum ditembus, sulit memperkirakan adanya kenaikan signifikan. Pasar cenderung bergerak sideways selama harga berada di antara US$4.400 dan US$5.000. Emas tetap menawarkan peluang menarik, tetapi lebih cocok diperdagangkan antar level, bukan menahan posisi sambil menunggu tren panjang.