Topics Covered: Awas, Efek Aturan Baru Bursa! Hari Ini Juga Ada Pengumuman OJK & BBM
Awas, Efek Aturan Baru Bursa! Hari Ini Juga Ada Pengumuman OJK & BBM
Pasar keuangan dalam negeri mengalami penurunan tajam minggu lalu, dengan IHSG dan rupiah yang turun signifikan. Kinerja pasar saham AS, khususnya Wall Street, juga beragam pada perdagangan terakhir pekan tersebut. Semua pergerakan ini dipengaruhi oleh faktor eksternal, terutama isu geopolitik dan data ekonomi global.
Pasangan IHSG dan Rupiah
Kamis (2/4/2026), IHSG ditutup melemah sebanyak 157,66 poin atau 2,19% ke level 7.027,64. Dalam perdagangan tersebut, 558 saham turun, 184 naik, dan 216 tidak bergerak. Volume transaksi mencapai Rp 12,3 triliun, terdiri dari 1,75 juta kali transaksi dengan 23,43 miliar saham yang diperdagangkan. Kapitalisasi pasar juga mengalami penurunan hingga Rp 12.305 triliun.
Pelemahan IHSG berlanjut sepanjang pekan, dengan penurunan total 1% dan net sell mencapai Rp 2,95 triliun. Tren ini dipicu oleh pidato terbaru Presiden AS Donald Trump tentang perang Iran, yang menyatakan operasi militer “Epic Fury” akan terus berjalan hingga semua tujuan strategis tercapai. Trump menegaskan serangan terhadap Iran akan dilakukan secara agresif dalam dua hingga tiga minggu ke depan.
Pasar Valas dan Rupiah
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah sepanjang pekan lalu, bahkan sempat menyentuh Rp17.000 per dolar. Pelemahan ini terjadi meski sejumlah mata uang Asia menguat. Berdasarkan data Refinitiv, rupiah ditutup di US$16.990 per dolar atau melemah 0,09% dibandingkan hari sebelumnya. Secara mingguan, rupiah turun 0,18%, dipengaruhi oleh penguatan dolar AS dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Analisis Pasar dan Sinyal Eksternal
Di bursa saham AS, Wall Street ditutup beragam pada Kamis pekan lalu. Indeks Dow Jones turun 0,13% ke 46.504,67 poin, sementara S&P 500 naik 0,11% ke 6.582,69 poin, dan Nasdaq Composite menguat 0,18% ke 21.879,18 poin. Secara mingguan, S&P 500 naik 3,36%, Nasdaq melonjak 4,44%, dan Dow naik 2,96%. Indeks Russell 2000 small-cap juga tumbuh 3,19%.
Pasar saham AS sempat terguncang, namun stabil pada sore hari setelah kementerian luar negeri Iran mengungkapkan rencana untuk menyusun protokol dengan Oman mengenai lalu lintas di Selat Hormuz. Selain itu, Inggris menyatakan beberapa negara sedang membahas strategi penyelesaian krisis, yang membantu meredam kekhawatiran akan gangguan berkepanjangan terhadap pasokan minyak global.
Imbal Hasil SBN dan Sentimen Investor
Di pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) ditutup di 6,62% pada Kamis (2/4/2026), menunjukkan penurunan dari 6,85% minggu sebelumnya. Penurunan ini mengindikasikan peningkatan minat investor terhadap instrumen tersebut. Sementara itu, indeks volatilitas CBOE VIX, yang dianggap sebagai pengukur ketakutan pasar, turun ke 23,87 poin, mencerminkan sikap hati-hati investor.
“Pasar saham saat ini belum memiliki keyakinan kuat ke arah mana pun, tetapi harga minyak Oktober menunjukkan bahwa pasar memperkirakan krisis ini kemungkinan akan selesai pada musim gugur,” kata Michael Antonelli, strategis pasar dari Baird, dilansir Reuters.
Pasaran obligasi dan volatilitas pasar mencerminkan kehati-hatian investor, sementara sektor utilitas mengalami kenaikan 0,6% karena menawarkan pendapatan stabil dan dividen.