Topics Covered: Perhatian! Ini Jadwal Cum Date Emiten Pekan Ini, Ada 4 Perusahaan
Pekan Ini: Tiga Emiten Terkini Buka Periode Cum Dividen dengan Rasio 30-60% dari Laba Bersih
Jakarta – Pekan kedua April 2026 membawa perubahan jadwal bagi sejumlah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Mereka masuk ke fase cum date, yang menandai akhir periode pembagian dividen dari laba tahun buku 2025. Pelaku pasar diberi waktu hingga tanggal tertentu untuk memastikan kepemilikan saham mereka tetap valid dalam menerima pembagian keuntungan. Empat perusahaan menjadi sorotan dalam minggu ini, termasuk PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF), PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), PT Bank Mega Tbk (MEGA), dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN).
Cum Dividen 8 April 2026: WOMF dan TEBE
PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) menetapkan tanggal 8 April 2026 sebagai periode cum dividen. Dividen tunai yang diberikan mencapai Rp12,28 per saham, dengan total distribusi maksimal Rp42,76 miliar. Rasio pembayaran ini sebesar 30% dari laba bersih perseroan tahun lalu. Sementara itu, PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) juga meluncurkan periode cum dividen di hari yang sama. Dividen tunai yang ditetapkan sebesar Rp200,46 miliar, atau Rp156 per lembar, yang dikeluarkan melalui keputusan pemegang saham. Manajemen menegaskan bahwa alokasi ini tidak mengganggu operasional atau kesehatan keuangan perusahaan.
Cum Dividen 9 April 2026: MEGA dan BDMN
Hari berikutnya, yaitu 9 April 2026, dua emiten perbankan masuk ke fase cum dividen. PT Bank Mega Tbk (MEGA) menyetujui pembagian tunai senilai Rp2 triliun melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Jumlah ini mencerminkan 60% dari laba bersih Rp3,36 triliun. Pemegang saham akan menerima Rp171,95 per lembar, sementara sisanya disimpan sebagai laba ditahan. PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) juga menetapkan 9 April sebagai cum date. Dividen tunai sebesar Rp1,4 triliun atau Rp142,19 per saham dikeluarkan, yang merupakan 35% dari laba bersih tahun sebelumnya sebesar Rp4 triliun.
Indikasi Tingkat Pengembalian (Dividend Yield)
Salah satu cara mengukur kembali keuntungan saham adalah dengan melihat rasio dividend yield. Metrik ini dihitung dengan membagi nilai dividen per lembar dengan harga saham saat ini di pasar reguler. Berikut adalah rincian perbandingan indikasi dividend yield untuk keempat saham tersebut berdasarkan harga yang berlaku. Persentase yang tercantum bersifat sementara, karena rasio ini bisa berubah sesuai fluktuasi harga saham hingga akhir sesi perdagangan di hari cum date masing-masing.
CNBC Indonesia Research menyatakan bahwa artikel ini adalah hasil analisis jurnalistik. Pandangan dalam laporan ini tidak bertujuan untuk memaksa pembaca membeli, menjual, atau memegang saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.