Key Strategy: Mayoritas Tiket Kereta Dibeli Lewat Access by KAI, Capai 8,1 Juta Transaksi di Triwulan I 2026
Mayoritas Tiket Kereta Dibeli Lewat Access by KAI, Capai 8,1 Juta Transaksi di Triwulan I 2026
Dari Jakarta, PT Kereta Api Indonesia (Persero) melaporkan peningkatan penggunaan layanan digital Access by KAI selama periode Triwulan I 2026. Dalam tiga bulan tersebut, aplikasi ini mencatat 8.125.645 transaksi pembelian tiket kereta api jarak jauh serta layanan lokal, yang menyumbang 76,49% dari seluruh penjualan tiket. Angka tersebut mencerminkan total transaksi, bukan jumlah pelanggan, karena satu kode booking bisa mencakup beberapa penumpang dalam satu perjalanan.
Penggunaan Digital Semakin Dominan
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa dominasi transaksi melalui Access by KAI menunjukkan perubahan pola penggunaan layanan oleh masyarakat, yang kini lebih memilih digital dalam merencanakan perjalanan mereka.
“Access by KAI kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari pelanggan dalam mengatur perjalanan. Kemudahan akses, kecepatan, serta integrasi layanan memungkinkan mereka merencanakan segala aktivitas dengan lebih praktis dalam satu aplikasi,” ujar Anne.
Ekosistem Layanan Digital yang Lengkap
Selain transaksi tiket, Access by KAI juga menyediakan berbagai fitur tambahan seperti pemesanan hotel, bantuan porter di stasiun melalui E-Porter, dan pembayaran listrik. Aplikasi ini menjadi penghubung ke layanan transportasi lain, seperti KA Bandara, Whoosh, dan LRT Jabodebek, yang beberapa memiliki aplikasi sendiri.
Pertumbuhan Layanan KAI Group
Peningkatan kinerja Access by KAI sejalan dengan pertumbuhan layanan KAI Group secara keseluruhan. Selama Januari hingga Maret 2026, total pelanggan mencapai 128.055.072, naik 9,97% dibandingkan 116.451.006 pelanggan pada periode yang sama tahun 2025.
“Kereta api semakin menarik masyarakat karena mampu memenuhi kebutuhan perjalanan yang beragam, mulai dari aktivitas harian hingga antarkota. Semua terintegrasi dalam satu sistem layanan yang lebih efisien,” tambah Anne.
Layanan KA Jarak Jauh dan Lokal
Layanan KA Jarak Jauh dan Lokal melayani 14.515.350 pelanggan pada Triwulan I 2026, naik 18,40% dari 12.261.632 pelanggan di tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh momentum Lebaran dan mobilitas harian yang tetap tinggi.
KAI Commuter dan LRT Jabodebek
KAI Commuter melayani 101.382.889 pelanggan, meningkat 8,11% dibandingkan 93.773.976 pelanggan Triwulan I 2025. Layanan ini menjadi pilihan utama masyarakat untuk kebutuhan transportasi sehari-hari.
LRT Jabodebek melayani 7.754.946 pelanggan, naik 22,10% dari 6.351.283 pelanggan tahun lalu. Pertumbuhan ini mencerminkan kebutuhan mobilitas cepat di kawasan penyangga Jakarta.
Transportasi Lanjutan dan Rute Khusus
KAI Bandara melayani 1.755.275 pelanggan, meningkat 8,48% dibandingkan 1.618.119 pelanggan pada Triwulan I 2025. Di Medan, KA Srilelawangsa menghubungkan masyarakat dengan Bandara Kualanamu. Di Yogyakarta, KA Bandara YIA mendukung perjalanan ke wisata dan pusat aktivitas.
LRT Sumsel melayani 1.084.242 pelanggan, naik 7,38% dari 1.009.737 pelanggan tahun sebelumnya. Layanan ini menghubungkan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II dengan area Jakabaring. Whoosh juga melayani 1.408.815 pelanggan, tumbuh 4,07% dibandingkan 1.353.760 pelanggan di tahun 2025.
Pertumbuhan di Wilayah Timur Indonesia
Ka Makassar–Parepare melayani 75.421 pelanggan, naik 66,45% dari 45.312 pelanggan Triwulan I 2025. KAI Wisata melayani 78.134 pelanggan, tumbuh 110,10% dibandingkan 37.187 pelanggan tahun lalu. Layanan kereta api ini menawarkan pengalaman perjalanan yang lebih memukau.
“Pertumbuhan ini menunjukkan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital Access by KAI sebagai bagian dari perencanaan perjalanan mereka,” tutup Anne.