Kekeringan Panjang Ungkap Temuan Dunia Lain Berusia 11.000 Tahun
Kekeringan Panjang Ungkap Temuan Dunia Lain Berusia 11.000 Tahun
Kota Adıyaman di Turki menjadi sorotan akibat kekeringan yang memicu penurunan permukaan air di Bendungan Atatürk. Fenomena ini membuka peninggalan purba yang tersembunyi selama ribuan tahun, termasuk struktur batu yang diduga berasal dari sekitar 11.000 tahun silam. Laporan dari Türkiye Today mengatakan bahwa penurunan air waduk membuat situs arkeologi baru terungkap, yang sebelumnya tertutup oleh air dan lapisan tanah tebal.
Temuan Mirip dengan Göbeklitepe
Di lokasi tersebut, para arkeolog menemukan bentuk bangunan berupa huruf T, memiliki kesamaan dengan desain dari situs prasejarah Göbeklitepe. Penemuan ini dipercaya menjadi bagian dari budaya “Tas Tepeler” yang berasosiasi dengan periode Neolitikum awal. Profesor Sabahattin Ezer dari Departemen Arkeologi Universitas Adıyaman mengatakan bahwa situs-situs dari masa ini bisa memberikan gambaran penting mengenai kehidupan manusia ribuan tahun lalu.
“Situs-situs dari periode ini dapat memberikan gambaran penting mengenai kehidupan manusia ribuan tahun silam,” ujar Profesor Sabahattin Ezer.
Kota 3.400 tahun silam juga pernah mengalami hal serupa di Irak. Sebuah kota besar berusia 3.400 tahun muncul setelah ketinggian air waduk Mosul turun drastis akibat kekeringan ekstrem. Arkeolog Kurdi dan Jerman menemukan pemukiman di waduk itu, sepanjang Sungai Tigris di Kurdistan utara. Dalam penelitian tahun 2018, sebuah istana sudah didokumentasikan, tetapi penemuan baru terjadi pada 2022.
Struktur yang ditemukan terdiri dari benteng lengkap dengan menara, dinding, dan bangunan penyimpanan setinggi beberapa lantai. Sebagian besar bangunan dibuat dari batu bata lumpur yang dikeringkan matahari, jenis bahan yang biasanya tidak bertahan baik di bawah air. Namun, gempa bumi pada sekitar tahun 1350 SM menyebabkan sebagian dinding atas runtuh, sehingga menutupi bangunan-bangunan tersebut.