Key Strategy: Telkomsel Cari Warga RI yang Mau Buka Perusahaan AI, Mau Dimodali

Telkomsel Cari Warga RI yang Mau Buka Perusahaan AI, Mau Dimodali

Jakarta – Program NextDev Telkomsel tahun ini menitikberatkan pada integrasi AI sebagai elemen utama dalam setiap proposal usaha. Abdullah Fahmi, VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, menyampaikan bahwa dari sekian peserta yang mendaftar, 10 technopreneur terpilih sebagai finalis. Proses seleksi dimulai dengan ratusan peserta, lalu disaring secara bertahap hingga tersisa 10. “Sebanyak 270 peserta mendaftar, dengan seleksi dimulai bulan September. Mereka terlebih dahulu disaring menjadi 200 terbaik, lalu dipotong lagi hingga 18,” ujar Fahmi saat media briefing NextDev Summit di Jakarta, Kamis (9/4/2025). “Dan terakhir, kita hari ini 10 terbaik dari seluruh wilayah Indonesia,” tambahnya.

Fokus pada Kecerdasan Buatan

Menurut Fahmi, keunikan NextDev tahun ini adalah penyuntikan kemampuan AI ke setiap usulan bisnis peserta. “Yang spesial di event NextDev tahun ini adalah kita menginject AI capabilities di setiap usulan bisnis mereka. Sehingga mudah-mudahan dengan program ini selain daripada mereka punya proposal bisnis yang ada, mereka juga sudah menginject AI capabilitiesnya,” katanya. Ia menekankan bahwa AI dinilai penting karena dapat meningkatkan efisiensi dan mempercepat pengembangan produk. “Mengapa kita melakukan penyuntikan ini? Salah satu manfaat utamanya adalah penghematan waktu dan anggaran. Jadi balik lagi kenapa AI itu penting? Ya karena memang untuk membantu mereka dalam efisiensi budget, efisiensi waktu. Dan juga mengeksplorasi produk yang mereka usulkan,” jelasnya.

Peralihan Konsep Program

Lebih lanjut, Fahmi menyebutkan bahwa Telkomsel telah mengubah konsep NextDev dalam dua tahun terakhir. Jika sebelumnya fokus pada bidang seperti digital lifestyle, game, atau environment, kini program terbuka untuk seluruh solusi yang sudah terintegrasi AI. “Startup yang bergerak di digital lifestyle, games, environment, sekarang kita tidak pakai lagi dengan tracknya. Tapi kita buka opening untuk seluruh peserta yang memang punya bisnis yang sudah terintegrasi dengan AI,” jelas Andry Priyo Santoso, GM Corporate Social Responsibility Telkomsel dalam kesempatan yang sama.

Dengan demikian, sebanyak 10 technopreneur terpilih sebagai finalis. Mereka menawarkan berbagai model bisnis yang telah mengintegrasikan AI, meskipun terdapat beberapa yang memiliki kemiripan solusi. Program NextDev 2025 digelar dengan tema “Unleashing AI Impact” di tengah melemahnya pendanaan teknopreneur di Asia Tenggara. Telkomsel menyebut program ini sebagai upaya mendorong lahirnya solusi digital berbasis AI yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan industri.

Telkomsel menilai AI kini menjadi akselerator utama inovasi. Selain meningkatkan efisiensi, teknologi ini juga dianggap mampu mempercepat validasi produk teknopreneur serta memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan, baik di tingkat nasional maupun global.

“Hari ini sedang dilakukan pitching gitu ya. Dan mudah-mudahan nanti sore sudah terpilih lah yang terbaik,” tambah Fahmi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *