Latest Program: Ilmuwan Kompak Teriak ‘Kiamat’, Bumi Terancam Hancur

Ilmuwan Kompak Teriak ‘Kiamat’, Bumi Terancam Hancur

Para ilmuwan dari berbagai belahan dunia bersama-sama mengingatkan tentang ancaman besar yang mengintai Bumi. Peringatan darurat telah muncul untuk mewaspadai kemungkinan kehancuran Bumi, dengan fokus pada perubahan iklim yang terus meningkat. Dalam upaya menghadapi ancaman ini, 44 ilmuwan global berusaha mendorong para pembuat kebijakan di negara-negara Nordik—seperti Denmark, Islandia, Norwegia, Finlandia, dan Swedia—untuk mengambil langkah serius mengatasi pencairan es di Atlantik Utara dan menghentikan aliran arus laut kritis.

Penelitian Mengungkap Risiko AMOC

Surat terbuka yang dipublikasikan online pada Senin (21/10) lalu menyoroti ancaman dari melemahnya Sirkulasi Terbalik Meridian Atlantik (AMOC), sistem aliran laut raksasa yang membawa panas ke Belahan Bumi Utara. Ahli iklim dari Universitas Pennsylvania, Michael Mann, dan rekan-rekannya menyatakan bahwa risiko penurunan kecepatan AMOC sangat diremehkan, sehingga perlu tindakan segera. Mereka menekankan bahwa akibatnya bisa mengubah pola cuaca secara signifikan.

Dampak perubahan sirkulasi laut ini akan mengancam negara-negara Nordik secara serius, namun juga akan memengaruhi wilayah lain di dunia, kata para ilmuwan dalam surat tersebut, seperti yang dilansir dari Live Science pada Minggu (12/4/2026).

Keruntuhan AMOC berpotensi menyebabkan pendinginan ekstrem di daerah Nordik serta memperparah fenomena “gumpalan dingin” yang sudah terbentuk di bagian timur Atlantik Utara. Selain itu, aliran laut yang terhenti mungkin mempercepat dampak iklim di Belahan Bumi Utara, dengan risiko mengganggu pertanian di Eropa Barat Laut. Dampaknya bisa mencakup pergeseran sistem monsun tropis ke arah selatan, berujung pada bencana bagi pertanian dan ekosistem laut.

Permintaan kepada Forum Nordik

Surat tersebut dikirimkan kepada Dewan Menteri Nordik, forum kerja sama antar-negara Nordik. Ilmuwan mendesak pihak berwenang untuk mempertimbangkan kerentanan akibat kehancuran AMOC dan menekankan kepatuhan terhadap Perjanjian Paris 2015, yang bertujuan membatasi kenaikan suhu global hingga 1,5 derajat Celsius di atas tingkat praindustri.

Kerusakan AMOC juga bisa meningkatkan ketinggian permukaan laut di wilayah pesisir Atlantik Amerika, mengganggu kehidupan ikan dan ekosistem laut. Para ilmuwan menegaskan bahwa kondisi ini menuntut respons darurat dari seluruh dunia untuk mencegah perubahan iklim yang tidak terkendali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *