New Policy: Banyak Orang Tunda Menikah, Tak Mampu Beli Cincin Emas
Banyak Orang Tunda Menikah, Tak Mampu Beli Cincin Emas
Harga emas batangan di Tanah Air tetap stabil pada Senin (6/4/2026), dengan galeri Antam, UBS, dan Antam Retro mencatat angka antara Rp2.885.000 hingga Rp2.919.000 per gram. Meski cenderung turun selama konflik antara Amerika Serikat dan Iran, harga emas tetap mengalami perubahan tajam sejak kebijakan tarif Trump diterapkan tahun lalu. Fluktuasi ini mengubah cara masyarakat mengelola pengeluaran, termasuk dalam membeli cincin pernikahan dan tunangan.
Fluktuasi Harga Emas dan Dampak pada Konsumen
Banyak orang kini mempertimbangkan kembali rencana lamaran, mulai dari menentukan waktu yang tepat hingga memilih bahan perhiasan yang lebih ekonomis. Seperti diungkapkan Business Insider, sebagian besar pembeli cincin pertunangan terpaksa menunda pembelian karena harapan harga emas akan turun. Namun, meski terjadi perubahan, harga emas masih 70% lebih tinggi dibandingkan awal 2025.
“Kami melihat adanya kejutan harga yang sesungguhnya,” ujar Peter Manka Jr., salah satu pemilik toko perhiasan Ben Garelick di New York.
Kenaikan Harga Cincin Pernikahan
Rata-rata harga cincin pertunangan Ben Garelick dengan berlian buatan laboratorium mencapai US$1.544 pada 2023, naik menjadi US$1.633 di 2024, dan melonjak ke US$2.408 di 2025, atau kenaikan 47% tahunan. Meski harga berlian lepas di toko tersebut turun hampir 40% sejak 2023, peningkatan utama berasal dari emas. Desain perhiasan berbasis emas, seperti cincin polos atau tumpuk, paling terdampak karena komponen utamanya terdiri dari logam mahal ini.
Viralnya Video Pernikahan di Arab Saudi
Viral di media sosial, sebuah video pernikahan di Arab Saudi menunjukkan pasangan memperoleh cincin emas 24 karat dari sang suami. Konten ini menarik perhatian karena kebanyakan masyarakat sulit membeli emas berkadar tinggi di tengah kenaikan harga yang signifikan. Fenomena ini memperlihatkan bagaimana biaya emas bisa memengaruhi tradisi pernikahan.
Resesi Seks dan Penundaan Pernikahan
Kenaikan harga emas yang terus menerus membuat proses lamaran terhambat, sehingga fenomena penundaan pernikahan atau keputusan tidak menikah semakin marak. Di beberapa negara, seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan, “resesi seks” sudah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Manka menyoroti bahwa 25% hingga 30% pembeli cincin menunda keputusan beli karena ketidakpastian harga.
Strategi Pembelian untuk Mengurangi Beban
Menghadapi tekanan harga, pelanggan semakin memilih opsi pembayaran bertahap atau kredit emas. Menurut Manka, toko perhiasannya mendorong konsumen segera bertindak jika sudah siap membeli, karena fluktuasi bisa terjadi dalam waktu singkat. Di sisi lain, Vivian Grimes, pendiri Henri Noël di Florida, melaporkan peningkatan penggunaan perhiasan pusaka untuk mengimbangi biaya yang tinggi.
“Klien menyadari bahwa perhiasan yang tersimpan di laci seringkali merupakan aset paling berharga yang sudah mereka miliki,” kata Grimes.
Dengan situasi harga emas yang tak menentu, banyak calon pasangan mencari cara menghemat anggaran, termasuk memanfaatkan perhiasan lama atau membeli secara bertahap. Perubahan ini mengisyaratkan adaptasi baru dalam budaya pernikahan di tengah tantangan ekonomi global.