New Policy: Gak Mau Kalah Saing, ChatGPT Keluarkan Diskon Besar-Besaran
Gak Mau Kalah Saing, ChatGPT Keluarkan Diskon Besar-Besaran
Jakarta, OpenAI menghadirkan penawaran diskon hingga 50% untuk layanan ChatGPT Pro dalam upaya mempertahankan posisi di tengah persaingan yang ketat. Perubahan ini terjadi saat keberadaan model AI lain semakin menantang. Paket baru tersebut dibanderol dengan harga US$100 (Rp 1,7 juta), sementara opsi lain seperti Go dengan harga US$8 (Rp 136 ribu) serta Plus sebesar US$20 (Rp 341 ribu) hadir dengan fitur berbeda.
Menurut laporan Android Authority, pembelian paket Pro yang dihargai US$100 dilakukan sebagai respons terhadap permintaan yang tinggi. CEO OpenAI, Sam Altman, menyatakan bahwa kebijakan ini berdasarkan apresiasi yang diterima oleh Codex. Dalam kesempatan yang sama, ia menegaskan bahwa pembaharuan ini menargetkan penggunaan pada tugas pengkodean, dengan peningkatan kapasitas yang lebih signifikan dibandingkan versi sebelumnya.
“Sangat menyenangkan melihat Codex mendapatkan banyak apresiasi. Kami meluncurkan paket ChatGPT Pro senilai US$100 atas permintaan yang populer,” ujar Altman.
Paket Go dan Plus dirancang untuk menjawab kebutuhan beragam pengguna. Perbedaan utama antara kedua opsi tersebut adalah adanya fitur iklan, yang dihilangkan pada paket Plus. Selain itu, batas penggunaan Codex meningkat hingga 5 kali lipat dibandingkan paket Go. Namun, laporan menunjukkan bahwa paket US$200 (Rp 3,4 juta) yang pernah tersedia tidak tercantum di situs resmi, meski OpenAI memastikan masih tersedia bagi pelanggan lama.
“Tingkat Pro baru senilai US$100 didesain untuk memberikan pengembang kapasitas pengkodean yang lebih praktis dengan harga yang sesuai, khususnya selama sesi kerja intensif saat batasan sangat penting,” jelas juru bicara OpenAI.
Dalam penjelasan tambahan, perwakilan OpenAI menambahkan bahwa Codex menawarkan kemampuan coding yang lebih unggul dibandingkan Claude dari Anthropic. “Dibandingkan dengan Claude Code, Codex memberikan kapasitas pengkodean lebih banyak per dolar pada seluruh tingkatan, dengan perbedaan paling jelas terlihat selama penggunaan pengkodean aktif,” imbuhnya.