New Policy: Manusia Rp 2.700 Triliun Tegas Tak Mau Tinggalkan Israel
Manusia Rp 2.700 Triliun Tegas Tak Mau Tinggalkan Israel
Jakarta, Tengah badai geopolitik di Timur Tengah membuat banyak perusahaan waspada terhadap kelanjutan operasional di wilayah tersebut. Namun, Jensen Huang, bos Nvidia, menegaskan bahwa perusahaannya tetap berkomitmen untuk bertahan di Israel. Dia mengungkapkan hal ini selama konferensi GTC beberapa waktu lalu, menegaskan bahwa 6.000 karyawan dan keluarga mereka berada di sana.
Menurut laporan CNA, Huang juga menyampaikan pesan pribadi kepada karyawan Israel. “Kami memiliki ribuan keluarga di sana. Saya sangat khawatir tentang kalian semua. Jaga diri dengan baik. Kami berada di belakang kalian, mendukung kalian, dan berharap bisa bertemu lagi,” katanya, dikutip dari
Times of India
.
Dalam beberapa tahun terakhir, industri AI mulai menyebar ke negara-negara Arab. AS dan UEA, misalnya, telah menandatangani kemitraan strategis dengan investasi miliaran dolar untuk mempercepat penerapan teknologi AI. Huang menyoroti peran Israel sebagai pusat inovasi perangkat keras, termasuk pengembangan chip BlueFiled-4.
Kelangsungan bisnis di Timur Tengah menjadi sorotan karena konflik antara AS, Israel, dan Iran yang terus memanas. Perang kini melibatkan UEA dan negara-negara lain di wilayah tersebut. Huang sebelumnya juga menyatakan komitmen serupa pada acara CES 2026, menegaskan hubungan erat antara Nvidia dan Israel.
Sebagai bagian dari upaya jangka panjang, Nvidia berencana mengunjungi Israel pada bulan April mendatang. Namun, rencana itu belum pasti terwujud karena perang masih berlangsung. Pada sisi lain, perusahaan tersebut telah mengumumkan investasi dalam pembangunan kampus baru di Kiryat Tivon, yang diperkirakan akan menciptakan peluang kerja bagi sekitar 10 ribu orang.