Peneliti Israel Bilang 50% Umur Manusia Sudah Ditentukan di Kandungan
Peneliti Israel: 50% Umur Manusia Dipengaruhi Faktor Genetik
Dalam sebuah studi terbaru, para ilmuwan dari Institut Sains Weizmann di Israel menemukan bahwa genetik memiliki peran signifikan dalam menentukan usia seseorang. Temuan ini menyatakan bahwa sekitar 50% dari rentang hidup manusia terkait dengan faktor genetik. Namun, peneliti menekankan bahwa ada banyak elemen lain yang turut memengaruhi, seperti gaya hidup dan kebetulan.
Analisis Berdasarkan Studi Kembar
Ben Shenhar, penulis utama penelitian ini, menjelaskan bahwa usia manusia tidak hanya bergantung pada genetik, tetapi juga pada lingkungan dan kondisi luar. “Kembar yang memiliki genetik sama, namun tumbuh di kondisi serupa, bisa memiliki usia berbeda karena faktor kebetulan seperti penyebab kematian yang beragam,” kata Shenhar, mengutip laporan Times of Israel, Rabu (1/4/2026).
“Rentang hidup dipengaruhi banyak faktor, termasuk gaya hidup, gen, dan terpenting soal faktor kebetulan seperti organisme yang identik secara genetik dibesarkan di lingkungan yang sama tetapi meninggal dalam waktu berbeda,”
Studi sebelumnya mengambil data dari kembar Swedia dan Denmark yang tercatat sejak abad ke-19. Penelitian terbaru, yang lebih mendalam, mencoba mengukur pengaruh faktor eksternal terhadap umur. Salah satu temuan utama menunjukkan bahwa mortalitas ekstrinsikâfaktor penyebab kematian dari luar tubuhâberperan besar. Faktor ini, seperti kecelakaan, kekerasan, atau penyakit menular, tidak termasuk dalam analisis sebelumnya.
Mortalitas Ekstrinsik dan Perkembangan Penelitian
Para peneliti menggunakan rumus matematika untuk menganalisis mortalitas ekstrinsik pada kelompok kembar. Mereka membandingkan individu yang meninggal alami di usia 90 tahun dengan kembar yang tewas akibat penyakit menular di usia 30 tahun. Hasil menunjukkan bahwa mortalitas ekstrinsik di masa lalu, sebelum penggunaan antibiotik, mencapai tingkat 10 kali lebih tinggi dibandingkan saat ini.
Dengan data baru ini, para ilmuwan memvalidasi bahwa mortalitas ekstrinsik mengatur sebagian besar variasi usia. Uri Alon, peneliti senior di Weizmann Institute, menjelaskan bahwa studi kembar sebelumnya hanya mampu mengungkap sifat-sifat seperti tinggi badan atau kepribadian, tetapi tidak mencakup faktor kematian eksternal.
“Rata-rata usia harapan hidup adalah satu sifat khusus yang dipengaruhi mortalitas ekstrinsik. Karena penyebab kematian tidak dicatat dalam studi kembar lama, jadi tidak dikoreksi,”
Genetik berdampak pada usia panjang dalam dua arah. Beberapa gen bisa melemahkan tubuh, menyebabkan penyakit, dan memperpendek usia. Sementara gen lainnya mungkin berperan positif, seperti pelindung terhadap penyakit. Shenhar memberi contoh seseorang yang bisa mencapai usia 100 tahun meski tidak mengalami kondisi medis serius, kemungkinan karena gen yang mendukung kesehatan berfungsi secara optimal seiring bertambahnya usia.
Menurut Shenhar, sejumlah gen telah dikenali, meski usia panjang umumnya dipengaruhi oleh ratusan hingga ribuan gen secara bersamaan.