Solution For: Kiamat Uang Kertas di Mana-mana, Negara Maju Pilih Cara Lama
Kiamat Uang Kertas di Seluruh Dunia, Negara Maju Teguh pada Metode Lama
Dunia digital telah menulis ulang cara orang bertransaksi keuangan. Teknologi seperti mobile banking, dompet digital, dan sistem pembayaran QRIS memudahkan proses transaksi sehari-hari. Dengan hanya membuka aplikasi di ponsel, pengguna bisa melakukan pembayaran tanpa harus mengunjungi mesin ATM. Tidak perlu lagi mengangkut uang kertas untuk belanja, karena kini pembayaran bisa dilakukan melalui transfer langsung. Karena itu, ketergantungan pada uang fisik semakin berkurang. Kebiasaan ini membuat banyak orang mengatakan bahwa era digital mengancam eksistensi uang kertas.
Berbeda dengan tren global, beberapa negara maju justru mempertahankan penggunaan uang tunai. Survei terbaru dari Swiss National Bank (SNB) menyebutkan bahwa penggunaan aplikasi pembayaran mobile turun pada tahun lalu. Mayoritas responden lebih memilih uang kertas untuk transaksi langsung. Hanya 2% yang ingin beralih ke metode digital. Mereka menganggap pembayaran digital kurang praktis dan sering digunakan untuk kegiatan tidak sah, menurut laporan Reuters, Selasa 931/3/2026.
Aplikasi seperti Twint atau Apple Pay hanya digunakan dalam 17% transaksi di 2025, angka yang lebih rendah dibandingkan 18% di 2024. Sementara itu, kartu debit tetap menjadi pilihan utama, dengan 37% penggunaannya. Uang tunai menduduki peringkat kedua, sebesar 30%, angka yang sama dengan tahun sebelumnya. “Orang lebih suka anonimitas dari uang tunai,” ujar Marcel Stadelmann, peneliti dari Zurich University. “Mereka tidak nyaman meninggalkan jejak digital saat membayar dengan kartu atau aplikasi,” tambahnya.
“Dengan pembayaran instan, dibutuhkan sesuatu yang membuat proses lebih cepat, lebih sederhana, atau memberi pengguna kontrol lebih atas pengeluaran mereka melalui umpan balik langsung jika terlalu banyak belanja,” kata Stadelmann.
Di sisi lain, SNB baru saja mengumumkan desain uang kertas baru yang akan dikeluarkan pada dekade 2030-an. Stadelmann menilai, orang Swiss masih merasakan keunggulan uang tunai fisik. “Uang kertas akan tetap relevan untuk beberapa waktu ke depan,” jelasnya.