What Happened During: Jualan HP Susah di 2026, Ternyata Ini Mesin Uang Baru Samsung

Jakarta, Penjualan HP diprediksi akan mengalami kontraksi sepanjang 2026, dikarenakan krisis kelangkaan chip memori yang memicu lonjakan harga produksi. Beberapa pabrikan HP sudah mulai menyesuaikan harga jual yang lebih tinggi untuk menanggulangi pemangkasan margin. Para analis memprediksi kenaikan harga HP yang tidak diimbangi peningkatan spesifikasi bisa memicu penurunan minat beli masyarakat.

Alhasil, penjualan HP global diproyeksikan akan melambat. Di tengah huru-hara ini, 'raja' HP dunia Samsung ternyata malah panen cuan. Raksasa Korea Selatan ini muncul sebagai salah satu penerima manfaat utama dari booming data center AI.

Sebagai informasi, kelangkaan chip tradisional untuk HP dan laptop sejatinya dikarenakan maraknya permintaan pada chip berkapasitas tinggi (HBM) untuk data center AI. Kenaikan harga chip terpantau lebih dari dua kali lipat hanya dalam kuartal pertama 2026, dipicu tingginya permintaan chip tradisional dan chip AI, serta kurangnya pasokan di pasaran. Meskipun bisnis HP Samsung turut terdampak dengan kelangkaan chip memori, tetapi bisnis chip-nya mampu menjadi 'mesin uang' yang signifikan.

Samsung yang merupakan produsen chip memori terbesar di dunia memperkirakan laba operasional sebesar 57,2 triliun won untuk periode Januari hingga Maret. Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan LSEG SmartEstimate sebesar 40,6 triliun won. Angka itu juga mencatat peningkatan lebih dari delapan kali lipat dari 6,69 triliun won pada tahun sebelumnya.

Kinerja yang memecahkan rekor ini hampir tiga kali lipat dari rekor laba operasi kuartalan Samsung sebelumnya sebesar 20 triliun won, yang dicapai pada kuartal keempat 2025. Firma riset TrendForce memperkirakan harga chip DRAM (dynamic random access memory) kontrak akan meningkat lebih dari 50% pada kuartal ini karena kekurangan pasokan terus berlanjut. "Karena pelanggan mengantisipasi kenaikan lebih lanjut, harga kontrak aktual menjadi lebih tinggi, sehingga melampaui perkiraan," kata Kim Sunwoo, analis senior di Meritz Securities, dikutip dari Reuters, Selasa (7/4/2026).

Samsung juga diuntungkan dari penurunan nilai mata uang Korea Selatan ke level terendah dalam hampir 17 tahun terhadap dolar AS, yang telah meningkatkan pendapatan yang dipulangkan. Saham Samsung naik 1,4% menjadi 195.800 won per saham pada Selasa (7/4) pagi. Kim memperkirakan divisi chip Samsung menghasilkan laba operasi sebesar 54 triliun won, yang menyumbang 95% dari total labanya.

Raja HP nomor 2 di dunia setelah Apple ini juga membukukan kinerja lebih baik dari prediksi, dengan membukukan laba sebesar 4 triliun won di divisi mobile-nya. Laba itu memang sedikit menurun dari tahun sebelumnya, tetapi lebih baik dari kekhawatiran pasar. Bisnis mobile Samsung masih 'aman' karena dibekingi penggunaan persediaan komponen berbiaya rendah.

Kendati demikian, marginnya kemungkinan akan berada di bawah tekanan yang meningkat pada kuartal kedua karena meningkatnya biaya chip memori dan komponen, serta material lainnya di tengah perang di Timur Tengah. Samsung mengatakan pendapatannya diperkirakan akan tumbuh 68% menjadi 133 triliun won pada periode Januari hingga Maret. Perusahaan akan merilis detail pendapatan kuartal pertamanya pada 30 April mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *