Historic Moment: Airlangga sebut ekonomi digital bisa diperkuat lewat inovasi teknologi

Airlangga Sebut Ekonomi Digital Bisa Ditingkatkan Melalui Inovasi Teknologi

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan bahwa sektor ekonomi digital Indonesia memerlukan pengembangan melalui teknologi inovatif di bidang jasa transportasi daring. Menurutnya, penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam layanan transportasi online tidak hanya memperkuat daya beli mitra pengemudi, tetapi juga memberikan manfaat kepada pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) serta konsumen. AI dapat membantu menghasilkan peluang kerja yang baru, inklusif, dan mendukung pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

“Pemanfaatan AI berdampak positif pada kemampuan mitra untuk meningkatkan penjualan, sementara analisis data yang cepat, seperti tren konsumen atau pola pembelian, menjadi alat penting bagi UMKM dalam menentukan strategi pengembangan produk mereka,” ujar Airlangga di Jakarta, Rabu.

Dalam kondisi ketidakpastian global dan volatilitas ekonomi, perekonomian nasional terus menunjukkan kekuatan. Pada kuarter keempat tahun 2025, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,39 persen secara tahunan, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan performa yang stabil di antara anggota G20. Konsumsi rumah tangga menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan, dengan kontribusi 53,63 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Sejalan dengan itu, Indonesia memiliki basis pasar domestik yang besar, yang menjadi daya penggerak aktivitas ekonomi, termasuk sektor digital. Airlangga menambahkan, digitalisasi dan AI dianggap sebagai mesin pertumbuhan baru. Nilai ekonomi digital Indonesia mencapai hampir 100 miliar dolar AS, dengan potensi yang sangat menjanjikan.

Perkembangan Startup dan Unicorn di Indonesia

Pada tahun 2025, jumlah startup di Indonesia mencapai sekitar 3.200 perusahaan, termasuk tujuh unicorn global yang bergerak di bidang makanan, fintech, e-commerce, dan transportasi. Peningkatan pendapatan dari aplikasi berbasis AI juga menunjukkan kenaikan signifikan di kawasan Asia Tenggara, memperkuat posisi Indonesia sebagai pasar AI yang sangat menarik.

Kesiapan Nasional dan Kerja Sama Regional

Airlangga menyoroti pentingnya ketersediaan talenta digital yang bisa beradaptasi dan inovatif, agar transformasi teknologi bisa berjalan inklusif. Laporan World Economic Forum menyebutkan bahwa sekitar 22 persen jenis pekerjaan akan mengalami perubahan dalam beberapa tahun ke depan. Untuk menjawani ini, pemerintah terus berupaya meningkatkan kesiapan nasional melalui kolaborasi dengan Arm Holdings.

Kolaborasi ini bertujuan melatih 15.000 talenta dalam bidang AI pada tahun ini. Selain itu, Indonesia telah memulai penyusunan ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) untuk memperkuat kerja sama ekonomi digital di kawasan. “Saya berharap DEFA dapat ditandatangani pada 2026, di bawah kepemimpinan Filipina. Jika terwujud, ekonomi digital global akan tumbuh dari 1 triliun dolar menjadi 2 triliun dolar pada 2030,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *