Main Agenda: Robot bedah buatan China layani pasien di seluruh dunia
Robot Pembedah Tiongkok Layani Pasien di Seluruh Dunia
Diresmikan pada 21 Maret, pusat robotik jarak jauh internasional di Rumah Sakit China Barat Universitas Sichuan menawarkan platform inovatif untuk operasi medis modern. Sejumlah dokter dari berbagai negara telah memanfaatkan teknologi ini, termasuk Piotr Suwalski, ahli bedah dari Polandia, yang melakukan prosedur di Chengdu, Sichuan, dari jarak lebih dari 7.000 km. Operasi tersebut berhasil diselesaikan dalam dua jam, memberikan pengalaman yang memperkuat keyakinannya untuk mendorong penggunaan robot pembedah di negara asalnya.
Transplantasi dan Operasi Jarak Jauh
Dalam konteks layanan medis global, pusat ini menyoroti keunggulan teknologi robotik dalam mengurangi risiko pengiriman pasien ke luar kota. Wu Hong, wakil presiden rumah sakit dan pakar transplantasi hati, menjelaskan bahwa operasi hepatobilier serta pankreas menjadi contoh nyata keberhasilan ini. “Pasien dan keluarganya tidak perlu pergi ke Chengdu untuk operasi, mereka bisa menjalani prosedur dengan bantuan robot di kota asal, mengurangi beban finansial dan waktu hingga 80 persen,” tambahnya.
Dukungan Global dan Perkembangan Teknologi
Seorang dokter asal Brasil, Carlos Eduardo Domene, juga memanfaatkan sistem robotik jarak jauh untuk menangani pasien yang berada lebih dari 10.000 km jauhnya. Domene, presiden Asosiasi Robotika Brasil, mengapresiasi keunggulan perangkat dengan resolusi ultratinggi dan latensi nol. “Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra memperkenalkan peralatan medis Tiongkok ke Brasil, memberi manfaat signifikan bagi pasien di Amerika Selatan,” ujarnya.
Tahun 2026 dianggap sebagai titik penting bagi industri robot pembedah Tiongkok, dengan rilis pedoman harga pertama untuk layanan ini. Dokumen ini diharapkan mendorong fase pertumbuhan yang terstruktur, didukung oleh kebijakan nasional dan permintaan pasar yang meningkat. Selama Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra, eksportasi peralatan medis Tiongkok melonjak 368,1% secara tahunan pada 2025, mencerminkan peningkatan pengakuan internasional terhadap kualitas teknologi dan daya saing perusahaan lokal.
Konferensi dan Ekspansi ke Pasar Luar Negeri
Pada akhir Maret, konferensi robot pembedah internasional di Chengdu menarik partisipasi lebih dari 700 ahli dan akademisi dari Eropa, Amerika Utara, dan Asia. Luo Fengming, presiden Rumah Sakit China Barat Universitas Sichuan, menyatakan bahwa pusat robotik jarak jauh akan terus mendorong inovasi teknologi. Rumah sakit tersebut juga berencana mendirikan pusat kontrol robotik di Mesir pada Juli, sebagai langkah untuk mempercepat adopsi teknologi di luar Tiongkok.
Dalam skala global, Tiongkok semakin menunjukkan dominasi dalam sektor peralatan medis. Ekspor peralatan medis mencapai 45,8 miliar dolar AS pada 2025, naik 62,4% dibanding 2019, menurut Asosiasi Peralatan Medis Tiongkok. Perusahaan lokal kini beralih dari keunggulan biaya menjadi basis teknologi dan kekuatan merek, memperkuat posisi sebagai pengekspor utama di dunia.