Solving Problems: Steam minta maaf dan ungkap penyebab tampilan rating IGRS tidak akurat
Jakarta – Steam menyampaikan permintaan maaf atas kesalahan pada pencantuman rating Indonesia Game Rating System (IGRS) pada gim di platformnya yang sempat mendapat sorotan publik. Steam menjelaskan terjadi kesalahan teknis dan miskomunikasi sehingga rating yang ditampilkan tidak akurat dan tidak lengkap. "Kesalahan teknis dan miskomunikasi mengakibatkan rating yang tidak akurat dan tidak lengkap ditampilkan sementara di Steam antara tanggal 2 April dan 5 April," tulis Steam dalam keterangan resminya, dikutip pada Rabu.
Karena kesalahan tersebut, Steam telah menghapus rating IGRS yang ditampilkan pada gim-gim di platformnya guna meminimalisasi potensi kebingungan pada para pengguna. Valve selaku pemilik Steam telah berkomunikasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital selama lebih dari dua tahun untuk membangun sistem tampilan rating usia bagi pelanggan Steam di Indonesia. Sistem tersebut bertujuan agar informasi yang diberikan pengembang tentang gim buatannya digunakan untuk menentukan rating usia berdasarkan ketentuan IGRS.
" Rating ini dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada pelanggan tentang konten dan kelompok usia minimum yang ditargetkan untuk setiap gim," kata Steam Namun, pihak Steam mengakui masih ada beberapa langkah persiapan sebelum menampilkan rating IGRS yang disetujui kepada pelanggan di Indonesia. "Kami mohon maaf atas kebingungan yang mungkin disebabkan oleh kesalahan ini," kata Steam. Diketahui, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melakukan investigasi mendalam terkait kejanggalan pemberian rating IGRS pada gim-gim di platform Steam.
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemkomdigi Sonny Hendra Sudaryana mengatakan pihaknya mengakui terdapat gim-gim yang memiliki rating IGRS tidak sesuai dengan muatan kontennya. Misalnya gim PUBG mendapat rating 3+, sedangkan gim Upin Ipin Universe justru diperuntukkan untuk usia 18+. "Ini sangat aneh menurut kami dan sangat janggal makanya kita melakukan investigasi ini untuk menentukan apa sebenarnya permasalahannya baik di internal Komdigi maupun di eksternal dari pihak Steam," kata Sonny.
Sonny menambahkan, investigasi ini dilakukan secara terbuka dan turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti komunitas, asosiasi, dan pelaku industri gim untuk mengidentifikasi penyebab kejanggalan klasifikasi gim di platform Steam.