Topics Covered: Kemkomdigi akan adakan pertemuan dengan Steam perihal penerapan IGRS

Kemkomdigi Jadwalkan Pertemuan dengan Steam Soal Penerapan IGRS

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) berencana mengadakan pertemuan virtual dengan perwakilan Steam untuk membahas penerapan Indonesia Game Rating System (IGRS). Pertemuan ini dijadwalkan setelah label rating IGRS yang diterapkan pada game di platform Steam memicu perdebatan di media sosial.

“Besok kita akan melakukan Zoom meeting. Mungkin nanti mereka akan memberikan penjelasan mengenai masalah yang muncul dari sisi mereka,” ujar Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemkominfo Sonny Hendra Sudaryana di Jakarta Pusat, Senin.

Sonny menjelaskan bahwa Steam masih dalam tahap uji coba integrasi IGRS. Namun, platform tersebut langsung menampilkan label rating IGRS tanpa melalui proses verifikasi dari pemerintah. Dalam pernyataannya, ia menyoroti adanya kesalahpahaman internal terkait penerapan label tersebut.

Sistem rating resmi IGRS sebenarnya ditampilkan dalam daftar di situs khusus, tetapi Steam memutuskan menempelkan label secara mandiri. Kemkominfo belum memiliki perjanjian formal atau integrasi sistem dengan Steam mengenai penerapan IGRS.

Sebelumnya, Steam telah mencabut label IGRS dari game-game di platformnya dan kembali menggunakan sistem penilaian internasional. Hal ini diiringi permintaan maaf dari pihak Steam atas masalah yang terjadi. Kemkominfo menargetkan selesainya persiapan IGRS dan integrasi sistem dengan berbagai platform distribusi pada bulan Juni 2026.

Sistem Klasifikasi IGRS

IGRS berupa mekanisme penilaian berdasarkan usia untuk game yang diperjualbelikan di Indonesia. Tujuannya adalah melindungi anak-anak dari konten tidak layak, seperti kekerasan atau tema dewasa, serta membantu orang tua memilih game sesuai usia anak.

Kelima kategori usia dalam IGRS mencakup 3+, 7+, 13+, 15+, dan 18+. Meskipun mengacu pada standar internasional, pemerintah menyesuaikan sistem ini sesuai nilai dan norma budaya lokal. Contohnya, konten yang menampilkan pakaian terbuka di luar negeri mungkin diberi rating 15 tahun, tetapi di Indonesia dikategorikan 18 tahun.

Sonny menambahkan bahwa perbedaan ini sengaja diatur agar lebih konservatif. “Konten alkohol atau pengguna narkoba di Indonesia dianggap pantas untuk rating 18, sedangkan di Eropa bisa 15 tahun. Jadi, sistem ini lebih ketat,” katanya.

Aturan Tegas untuk Game Berisiko

Sonny juga mengungkapkan bahwa game dengan unsur pornografi dan perjudian tidak diperbolehkan beredar di Indonesia. “Game yang terbuka menyebarkan konten pornografi dan sistem cash out (perjudian) tidak layak untuk dipasarkan, sama seperti pemblokiran umum,” ujarnya.

Di samping menerapkan IGRS, pemerintah juga akan bergabung dengan International Age Rating Coalition (IARC). Langkah ini bertujuan menghindari proses sertifikasi ulang bagi pengembang lokal yang ingin mengekspor produknya, sekaligus memudahkan pengembang asing yang ingin masuk ke pasar Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *