Marco Trungelliti petenis ranking 100 teratas tertua dalam 50 tahun
Marco Trungelliti Bukan Sekadar Pemain Muda, Tapi Juga Pecahkan Rekor di Usia 36 Tahun
Jakarta – Seorang petenis Argentina, Marco Trungelliti, berusia 36 tahun, kini mencatatkan sejarah dengan menjadi pemain tertua yang masuk dalam 100 besar peringkat dunia dalam 50 tahun terakhir. Pencapaian ini tercapai setelah ia mengalahkan Corentin Moutet di babak perempat final Hassan Grand Prix II, Maroko, Jumat (3/4).
“Menyasar peringkat 100 besar telah menjadi ambisi utama saya sepanjang karier. Dua tahun belakangan, saya merasa semakin dekat, baik secara teknik maupun mental,” ujarnya, seperti dilaporkan situs resmi ATP Tour, Sabtu.
Kemenangan ini membawanya ke semifinal, yang menjadi bagian dari 10 kemenangan beruntun. Serangkaian kemenangan ini meningkatkan peringkatnya hingga 85 dunia, berdasarkan perhitungan ranking real-time yang menggabungkan hasil pertandingan di turnamen musim ini.
Perjalanan ke Semifinal
Trungelliti memulai pekan ini di Maroko dengan peringkat 117 dunia, setelah menjuarai ATP Challenger di Kigali, Rwanda, sepekan sebelumnya. Ia harus melewati babak kualifikasi untuk memasuki babak utama, lalu mengalahkan Kamil Majchrzak (peringkat 52) dan Moutet (peringkat 32) dalam perjalanan ke semifinal.
Sebelumnya, akun ATP Tour sempat mengumumkan pencapaian ini saat ia mengalahkan Majchrzak. Hasil itu sempat membuatnya sementara naik ke peringkat 100, tapi pemain di bawahnya masih punya peluang menyalip jika Trungelliti kalah dari Moutet. Saat ini, poin mereka belum cukup untuk menggusur posisinya.
Kariernya yang Berkelanjutan
Sejak 2019, Trungelliti pernah mencapai peringkat 112 dunia. Dalam 19 musim, ia telah berlaga dalam 963 pertandingan tunggal profesional, dengan sembilan kali muncul di babak utama Grand Slam, menghasilkan empat kemenangan.
Trungelliti juga meraih enam gelar di ATP Challenger Tour, level yang satu tingkat di bawah turnamen utama. Ini menjadi semifinal pertama di level tur kedua sepanjang kariernya. Pada Sabtu, ia akan menghadapi Luciano Darderi dari Italia. Tidak peduli hasilnya, Trungelliti akan masuk peringkat dua digit dunia untuk pertama kalinya dalam 17 tahun.