New Policy: Potret Keseruan Lebaran Betawi 2026, Bocah Asyik Baca Buku!

Keseruan Baca Buku di Lebaran Betawi 2026 Menjadi Sorotan

Dalam suasana penuh semarak Lebaran Betawi ke-18, sebuah stan baca justru mengundang minat besar dari anak-anak dan orang tua mereka. Di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, acara ini menawarkan pengalaman berbeda dari biasanya, di tengah antusiasme pengunjung yang mencari camilan dan hiburan. Fenomena ini menjadi bukti bahwa literasi masih relevan dalam budaya masyarakat.

Stan Baca Banyak Diserbu Pengunjung

Meski tengah berlangsung ramai dengan pengunjung mencari camilan dan hiburan, sebuah stan baca menarik perhatian banyak anak dan orang tua mereka. Anak-anak tampak antusias memilih buku, mengeksplorasi halaman, hingga larut dalam cerita sambil bermain di sekitar area. Mereka di bawah pengawasan orang tua yang terlihat setia mendampingi.

Beragam koleksi mulai dari cerita bergambar, komik, hingga buku pelajaran menghiasi stan tersebut. Buku bergambar yang dihadirkan menjadi daya tarik utama bagi anak-anak, terutama yang masih balita. Tak sedikit dari mereka terlihat sambil berlarian, menciptakan suasana yang dinamis dan menyenangkan.

“Hiburan memang jadi prioritas, tapi ketika melihat stan buku, aku langsung tertarik untuk ikut,” ujar Resti, seorang pengunjung, di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (12/4/2026).

Resti awalnya hanya ingin menikmati hiburan, namun tiba-tiba terpikat oleh keramaian di stan baca. Ia memanfaatkan momen itu untuk mengajak anaknya belajar sambil bermain. Menurutnya, buku bergambar yang disajikan memudahkan anaknya mengenal dunia baru. “Anakku suka eksplor hal-hal baru. Buku bergambar seperti ini dia belum pernah lihat, jadi langsung tertarik,” katanya.

Permintaan Anak Menjadi Pemicu Kehadiran Stan Baca

Cerita serupa juga datang dari Mariana, warga Jakarta Timur. Ia datang ke stan baca berdasarkan permintaan anaknya. Awalnya, Mariana hanya ingin mengenalkan budaya Betawi, namun rencananya berubah ketika sang anak memilih buku sejarah Betawi.

Mariana menyebutkan, minat baca anaknya sudah terlihat sejak dini. “Di PAUD, dia memang suka membaca. Di rumah, buku juga dibaca semua,” ujarnya. Anaknya khusus tertarik pada buku tentang kuliner Betawi, meski ada pilihan cerita anak lainnya. Ia berharap stan baca seperti ini bisa hadir lebih sering di ruang publik.

“Kalau bisa sih setiap minggu ada. Soalnya kita jarang banget nemuin tempat baca di ruang terbuka buat anak-anak,” tambah Mariana.

Kehadiran stan baca di tengah perayaan budaya menunjukkan bahwa literasi tetap menempati posisi penting di hati masyarakat. Di tengah gemerlap hiburan dan kuliner, buku masih mampu menjadi magnet kuat, terutama bagi generasi muda yang haus pengetahuan. Ini menjadi ajang edukasi yang menyenangkan dan bermakna di tengah liburan nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *