Erupsi Gunung Marapi Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 500 Meter
Erupsi Gunung Marapi Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 500 Meter
Gunung api di Sumatera Barat, khususnya di daerah Agam dan Tanah Datar, kembali memancarkan abu vulkanik. Abu tersebut teramati mencapai ketinggian 500 meter ke arah tenggara, menurut laporan dari Pos Gunung Api (PGA) Marapi. Saat ini, Gunung Marapi berada pada level waspada, Level II, dengan ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut (MDPL).
“Pukul 08.02 WIB, Gunung Marapi mengalami erupsi yang menghasilkan kolom abu mencapai 500 meter di atas puncak,” kata Teguh Firmansyah, petugas PGA Marapi, saat diwawancara di Padang.
PGA menegaskan bahwa abu vulkanik yang terlihat berwarna kelabu dengan intensitas sedang. Erupsi ini juga tercatat pada seismograf dengan amplitudo 21,4 milimeter dan durasi 29 detik. PVMBG telah memberikan rekomendasi kepada masyarakat, termasuk larangan beraktivitas di radius tiga kilometer dari kawah Verbeek.
Peringatan dan Anak-anak Potensi Lahar
Badan Geologi mengingatkan adanya risiko lahar dingin, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar aliran sungai dari puncak. Fenomena ini bisa terjadi saat hujan atau musim hujan. Selama masa hujan, masyarakat disarankan menggunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan.
Rekomendasi lainnya mencakup pemantauan situasi secara terus-menerus serta penghindaran menyebarkan informasi palsu. Erupsi Gunung Marapi pada Minggu sore kembali menyemburkan abu vulkanik hingga 1.200 meter di atas puncak. Pada hari itu pula, PVMBG memperingatkan potensi lahar hujan.
Pemantauan Aktivitas Berkelanjutan
Ahmad Rifandi, petugas PGA Marapi, menambahkan bahwa erupsi terjadi pada 08:37 WIB. Aktivitas letusan berulang dan tidak teratur telah berlangsung sejak 1-3 April. Status level waspada tetap diberlakukan, dengan ancaman menghantam area sekitar radius 4,5 kilometer.
Kecamatan Baso dan Canduang di Kabupaten Agam menjadi dua wilayah yang terpapar kabut abu. BMKG Minangkabau juga menjelaskan anomali cuaca yang memengaruhi suhu panas meski musim hujan sudah tiba. Simak penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab dan perkiraan fenomena ini.
Aturan Adat untuk Perlindungan Alam
Masyarakat adat Nagari Lasi, Agam, Sumatera Barat, mengambil langkah untuk melarang perburuan burung di lereng Gunung Marapi. Langkah ini bertujuan menjaga kelestarian alam, dengan sanksi yang diterapkan terhadap pelanggar.
Erupsi Gunung Marapi kembali terjadi dua kali dalam sehari pada Minggu sore. PVMBG menegaskan bahwa masyarakat harus tetap waspada, terutama saat hujan, dan menjaga jarak dari radius 3 km. Aktivitas wisata dan pendakian dilarang hingga ketinggian 4,5 km dari pusat erupsi.