Facing Challenges: Personel BPBD Makassar Meninggal Dunia Ditabrak Truk Saat Bertugas

Personel BPBD Makassar Berpulang Setelah Terluka Akibat Tabrakan dengan Truk Tronton Saat Bertugas

Seorang anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Abu Bakar Siddik (22), meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan parah. Insiden terjadi pada Sabtu malam di Jalan Galangan Kapal, Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan, saat ia sedang melakukan tugas harian. Siddik dan rekannya, Muhammad Asnawi Yudha Pratama (22), dalam perjalanan menuju Posko Ujungtanah. Keduanya terjatuh setelah truk tronton dengan nomor polisi DD 9675 EA menghantam kendaraan mereka dari belakang.

Korban utama, Siddik, diduga kepalanya terbentur aspal setelah terlempar dari sepeda motor. Akibatnya, ia mengalami luka serius dan tak bisa diselamatkan. Sementara rekannya mengalami cedera ringan. Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Muhamad Fadli Tahar, membenarkan bahwa Siddik meninggal di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Jala Ammari setelah mendapat perawatan medis. Truk tersebut diduga mengalami rem blong saat menurun di Jembatan Tallo, sehingga kehilangan kendali dan menabrak kedua personel.

Kecelakaan itu berawal ketika dua anggota BPBD melaju dari arah Jembatan Tallo menuju Pelabuhan Sukarno Hatta. Mereka berboncengan di atas sepeda motor saat truk melaju kencang dari belakang, kata Kapolsek Tallo, AKP Asfada.

Pihak kepolisian telah mengamankan sopir truk, Basuki (39), dan meminta keterangan terkait kecelakaan tersebut. Unit Lakalantas Polrestabes Makassar akan menangani kasus lebih lanjut. Truk yang terlibat kini disita sebagai bukti penyelidikan.

Insiden Lain di Sumatra Barat

Di sisi lain, seorang personel Polda Riau berpulang ke alam roh dalam bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Pesisir Barat, Sumatra Barat. Kejadian terjadi Minggu (23/11) pukul 12.00 WIB di Pekon Rata Agung, Kecamatan Lemong. Korban bernama Jumadi (55) dari Klaten ditemukan tak bernyawa setelah terlindas ban belakang truk tangki pengangkut bahan bakar.

“Korban meninggal setelah menjalankan tugas mengatur lalu lintas untuk Pemilihan Kepala Desa (pilkades),” kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Kota Makassar, Ajun Komisaris Besar Andi Husnaeni.

Informasi tambahan menyebutkan, satu personel lainnya masih dalam pencarian. Truk tangki yang menabrak mobil ambulans yang membawa jenazah menyebabkan tiga korban tewas di lokasi, yaitu sopir dan kernet. Dua orang diamankan, termasuk Agustinus Woda (37) dan Arsyad (55).

Upaya Pemerintah Meningkatkan Kesiapsiagaan Bencana

Pemerintah Kota Makassar terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat melalui simulasi mitigasi dasar yang digagas BPBD setempat. Dalam upaya ini, kelurahan tangguh bencana diinisiasi dengan melibatkan sekitar 20 relawan. BPBD juga memiliki empat posko yang beroperasi 24 jam secara bergiliran, menunjukkan komitmen dalam menjaga siaga bencana.

Jenazah Siddik langsung dibawa ke kampung halamannya di Kabupaten Bulukumba menggunakan ambulans BPBD. Kecelakaan di Makassar menjadi pengingat bahwa tugas BPBD tidak mengenal batasan ruang, termasuk di jalan raya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *