Key Discussion: Bahaya Tersembunyi! Kebiasaan Gigit Mainan pada Anak Diduga Tingkatkan Risiko Gangguan Ginjal

Bahaya Tersembunyi! Kebiasaan Gigit Mainan pada Anak Diduga Tingkatkan Risiko Gangguan Ginjal

Kebiasaan anak-anak mengunyah mainan, yang sering dianggap sepele, ternyata bisa berdampak pada kesehatan ginjal. Dalam wawancara siaran langsung Instagram Kementerian Kesehatan, dokter spesialis anak konsultan I Gusti Lanang Sidiartha menjelaskan bahwa mikroplastik—partikel plastik berukuran kurang dari 5 mm—dapat masuk ke tubuh melalui kebiasaan ini. Menurutnya, mainan berbahan plastik menjadi salah satu sumber mikroplastik yang berpotensi tertelan anak.

“Mikroplastik bisa masuk ke pencernaan, merusak sel usus, dan menyebar ke organ-organ seperti hati, ginjal, paru-paru, bahkan otak,” tutur Lanang.

Dokter tersebut menegaskan bahwa meski mikroplastik dianggap sebagai faktor risiko, belum ada bukti ilmiah pasti yang menghubungkan partikel ini langsung dengan penyakit ginjal. Namun, kontak yang sering terjadi antara anak dengan mainan plastik bisa memperburuk risiko kesehatan secara umum.

Di samping itu, Lanang juga menyebutkan bahwa anak-anak berisiko mengalami masalah pencernaan, seperti diare, jika mainan terkontaminasi kuman. Selain itu, kondisi pernapasan seperti asma dan pneumonia juga terlihat meningkat. Sejumlah penyakit seperti autisme, keterlambatan perkembangan, dan bahkan kanker, diperkirakan memiliki hubungan dengan paparan plastik dalam jangka panjang.

Menurutnya, anak-anak sudah terpapar plastik sejak lahir, baik melalui benda-benda sehari-hari maupun produk yang digunakan. “Plastik makro, seperti alat makan atau baju, bisa mengubah bentuk menjadi mikroplastik saat dipanaskan atau digunakan terus-menerus,” jelas Lanang. Ia menambahkan bahwa peningkatan kasus penyakit di Indonesia mungkin disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk mikroplastik.

Kasus gagal ginjal, misalnya, bisa muncul akibat konsumsi minuman kemasan yang berlebihan. Meski faktor utama penyebabnya bukan hanya makanan manis, tetapi perlu diimbangi dengan pola hidrasi dan aktivitas fisik yang baik. Orang tua disarankan lebih waspada dalam memantau kebiasaan dan asupan anak.

Tren thrifting, yang awalnya menjadi pilihan ekonomis, kini menghadapi tantangan dari sampah plastik. Sementara itu, kebijakan Extended Producer Responsibility (EPR) dianggap penting untuk mengurangi limbah nasional. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, meminta peningkatan kesadaran lingkungan guna melindungi kesehatan masyarakat, terutama dari ancaman mikroplastik. Peneliti ECOTON juga mengungkapkan pentingnya kajian lebih lanjut mengenai dampak mikroplastik terhadap kesehatan anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *