Key Discussion: Cerita Anak dari Orangtua Difabel, Dapat Fasilitas Pendidikan Gratis dari Program Sekolah Rakyat
Cerita Anak dari Orangtua Difabel, Dapat Fasilitas Pendidikan Gratis dari Program Sekolah Rakyat
Program Sekolah Rakyat (SR) memberikan peluang baru bagi anak-anak dari keluarga miskin, termasuk dalam kasus Kuat, seorang ayah difabel di Desa Pandeyan, Kabupaten Sukoharjo. Ia mengalami kelumpuhan separuh tubuh akibat polio sejak usia satu tahun dan bekerja serabutan, membantu saudara kandungnya memotong kain perca untuk dijadikan pakaian. Meski berjuang menghadapi keterbatasan ekonomi, Kuat kini bisa memastikan anaknya meraih pendidikan yang baik berkat dukungan dari SR.
Kuat, yang menjadi salah satu penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH), mengungkapkan kebahagiaannya atas adanya SR. Anak pertamanya, yang duduk di kelas 3 SD, telah diterima di Sekolah Rakyat Dasar 2 Surakarta. “Saya senang. Anak saya bisa sekolah di SR, saya merasa terbantu,” kata Kuat dalam wawancara pada Minggu (12/4). Ia menambahkan bahwa anaknya mendapatkan berbagai fasilitas pendidikan secara gratis, termasuk asrama, makan tiga kali sehari, camilan dua kali, seragam, dan laptop.
“Sekolahnya gratis, dapat makanan, pakaian, segala macam kebutuhan gratis,” ujarnya.
Program Sekolah Rakyat, yang didirikan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, bertujuan memutus siklus kemiskinan melalui pendidikan. Hingga Maret 2026, ada 166 SR yang melayani 14.972 siswa, didukung oleh 2.304 guru dan 4.760 tenaga pendidikan. Pemerintah rencananya menambah 104 SR pada tahun 2026, dengan target 500 SR hingga 2029.
Di sisi lain, kisah Julio, cucu Ibu Welas, menunjukkan perubahan positif melalui SR. Setelah putus sekolah dan terlibat tawuran, Julio kini menemukan harapan baru di sekolah berasrama gratis. Model pendidikan terintegrasi di SRMP 10 Bogor juga sukses menciptakan proses belajar yang terstruktur dan efisien, memfasilitasi interaksi sosial yang bermakna antar jenjang.
Kementerian Sosial menargetkan tiga gedung SR Kalsel beroperasi penuh Juli 2026, memastikan fasilitas pendidikan siap menyambut siswa baru. Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan bahwa SR memberikan harapan baru bagi masyarakat rentan, dengan layanan pendidikan berkualitas yang mampu mengubah persepsi.
Disdikpora Cianjur berhasil menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) hingga 30 persen pada 2026 melalui strategi komprehensif. Langkah ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah untuk menjamin akses pendidikan yang merata dan berkualitas. Sekolah Rakyat diharapkan menjadi penyangga efektif menuju kemiskinan nol persen, dengan pendekatan integratif yang mendukung pengembangan sumber daya manusia.
Saat ini, SR terus diperluas dengan penyaluran bantuan sosial yang disinkronkan. Sekretaris Kabinet dan Menteri Sosial berdiskusi mengenai progres program ini, serta upaya optimalisasi layanan pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan. Program ini tidak hanya memberi kebebasan belajar, tetapi juga menciptakan ruang untuk mengejar impian dengan fasilitas yang memadai.