Key Discussion: Respons Khofifah Saat 3 Kepala Daerah di Jatim Ditangkap KPK
Respons Khofifah Saat Tiga Kepala Daerah di Jatim Ditangkap KPK
Dalam pernyataannya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa memberikan tanggapan terhadap penangkapan tiga kepala daerah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tiga individu tersebut adalah Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Wali Kota Madiun Maidi, serta Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, yang terlibat dalam kasus korupsi. Khofifah mengatakan bahwa Pemerintah Daerah Jatim telah mengambil langkah-langkah untuk mencegah kegiatan korupsi.
“Kita semua sudah berkoordinasi secara intensif dengan tim KPK. Kabupaten dan kota bahkan pernah diundang untuk mencari solusi bersama,” ujar Khofifah saat berbicara di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Minggu (12/4).
Pasca penangkapan tiga kepala daerah, Khofifah meminta kepada pejabat lain untuk menjaga pemerintahan tetap jernih. Ia juga menekankan pentingnya tata kelola yang baik dalam pengelolaan pemerintahan. Khofifah menegaskan bahwa pihaknya menyerahkan seluruh proses hukum terkait kasus korupsi kepada KPK.
“Harapan kita adalah semua pihak dapat menjaga transparansi dan kebersihan pemerintahan. Jika ada yang terjadi, kita pasti menyerahkan ke aspek hukum,” tutup Khofifah.
Strategi KPK dalam Penindakan Korupsi
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, menjelaskan bahwa lembaga tersebut telah melakukan pencegahan, pemantauan, dan pendekatan sebelum melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Penangkapan tiga kepala daerah dalam tiga bulan awal 2026 disebut sebagai ‘hattrick’ KPK, yang menimbulkan kekhawatiran tentang integritas demokrasi di Jatim.
Fitroh juga menyatakan bahwa setelah OTT, para kepala daerah langsung diperiksa secara intensif. Dalam rangka penyelidikan kasus dana hibah, Khofifah diperiksa di Mapolda Jatim tanpa pengawalan protokoler. KPK berpeluang memanggil Khofifah dan Emil sebagai saksi dalam kasus tersebut.
Program dan Kegiatan Khofifah
Pemerintah Provinsi Jatim kembali menggelar kegiatan “Sapa Bansos” di Kediri, menyalurkan bantuan sosial senilai lebih dari Rp15 miliar untuk kelompok rentan. Khofifah juga mengadakan Tradisi Riyayan Grahadi selama Idul Fitri 1447 H, memperkuat hubungan masyarakat dengan pemimpin melalui silaturahim dan pengembangan ekonomi lokal.
Dalam acara Khotmil Quran Inklusif di Gedung Negara Grahadi, Khofifah melibatkan perangkat daerah dan komunitas Sobat Dili untuk menegaskan komitmen inklusivitas di bulan Ramadhan 1447 H. Selain itu, ia berdiskusi intensif dengan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos mengenai peningkatan SPBE dan manajemen ASN, serta kerja sama perdagangan.
Khofifah juga memimpin sidak untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadhan. Di persidangan, ia memberikan permintaan maaf karena baru hadir memenuhi panggilan jaksa. Dalam program Ajang Talenta Jatim 2026, Khofifah mendorong pengembangan pendidikan berbasis prestasi untuk menciptakan generasi berdaya saing global.
Capaian Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Jatim 2025 mencapai 98,33 persen, yang menunjukkan efektivitas pembangunan dan pengelolaan keuangan daerah.