Key Discussion: Sinergi Muhammadiyah Pemkot Makassar Kuatkan Kolaborasi Pendidikan dan Pengelolaan Sampah
Sinergi Muhammadiyah Pemkot Makassar Kuatkan Kolaborasi Pendidikan dan Pengelolaan Sampah
Kota Makassar dan Muhammadiyah terus memperkuat kerja sama di berbagai bidang kunci, termasuk pendidikan dan pengelolaan sampah, sebagai upaya mendorong perkembangan kota. Kemitraan ini mencakup sektor pendidikan, pembangunan, pengelolaan sampah, serta pengembangan pertanian perkotaan. Wali Kota Makassar Munafri menekankan peran penting kerja sama tersebut dalam menciptakan kemajuan Makassar.
Pertemuan Syawalan 1447 Hijriah Jadi Momentum Sinergi
Pertemuan Syawalan 1447 Hijriah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antara pihak pemerintah dan organisasi masyarakat. Dalam acara ini, Munafri mengajak anggota Muhammadiyah berpartisipasi aktif dalam mendukung program kota. Fokus utama adalah meningkatkan kualitas pendidikan dan mengatasi masalah lingkungan.
Peran Muhammadiyah dalam Pendidikan
“Keberadaan sekolah Muhammadiyah diharapkan tetap menjadi pilihan utama masyarakat,” ujar Munafri.
Pemerintah Kota Makassar siap memberikan dukungan kepada lembaga pendidikan tersebut untuk menjaga kualitas pembelajaran. Lebih lanjut, kota juga mendorong kerja sama dengan sekolah Muhammadiyah untuk menampung siswa yang tidak diterima di sekolah negeri. Skema pembiayaan akan ditanggung pemerintah, sehingga akses pendidikan bisa lebih merata.
Kolaborasi dalam Pengelolaan Sampah
Permasalahan sampah menjadi fokus utama kolaborasi antara Pemerintah Kota Makassar dan Muhammadiyah. Volume sampah mencapai sekitar 1.000 ton per hari, sehingga kehadiran organisasi masyarakat diharapkan membantu mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA). Munafri menekankan perlunya pendekatan edukasi untuk mengubah pola perilaku masyarakat dalam memilah limbah rumah tangga.
“Edukasi ini penting untuk menciptakan kesadaran warga tentang pengelolaan sampah,” tambah Munafri.
Dengan partisipasi Muhammadiyah, upaya ini diharapkan memberikan dampak signifikan. Selain itu, pemilahan sampah plastik dengan nilai jual tinggi, sekitar Rp6.000–Rp8.000 per kilogram, dan pengolahan sampah organik menjadi kompos dianggap sebagai peluang ekonomi baru. Munafri menyatakan sampah bisa menjadi aset yang bermanfaat jika dikelola secara baik.
Inisiatif Ambisius untuk Makassar Bebas Sampah 2029
Pemerintah Kota Makassar dan FKM Unhas sepakat menyalurkan kolaborasi strategis untuk mempercepat penanganan stunting serta gizi buruk, sekaligus mewujudkan Kota Sehat. Sementara itu, inisiatif Eco Circular Hub dilaunching bersama Unibos sebagai langkah untuk mencapai Makassar Bebas Sampah pada 2029. KLH akan membangun sistem pengelolaan sampah mulai tahun 2027, dengan pendidikan masyarakat sebagai fondasi utama.
Pengelolaan Sampah sebagai Mitigasi Bencana
Upaya pemerintah dalam mengedukasi masyarakat tentang mitigasi bencana Makassar, terutama banjir, juga mencakup pengelolaan sampah yang optimal. Langkah ini bertujuan menjaga lingkungan kota tetap aman dan sehat. Dukungan penuh dari pemerintah diharapkan membantu sekolah Muhammadiyah menyediakan lingkungan belajar yang berkualitas dan inklusif bagi generasi muda.
Kolaborasi dengan Daerah Lain
Pemerintah Kota Makassar aktif berbagi pengalaman dengan daerah lain, seperti Pemerintah Kabupaten Sigi yang serius mengejar pengelolaan sampah terintegrasi dan berkelanjutan. Program ini diharapkan menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus menjadi contoh inovatif untuk pengelolaan lingkungan di kota-kota lain.